Pengemudi Pikup yang Ngamuk Usai Terjun ke Kebun Teh Sampaikan Permintaan Maaf dan Akui Khilaf

Pengemudi Pikup yang Ngamuk Usai Terjun ke Kebun Teh Sampaikan Permintaan Maaf dan Akui Khilaf
Cucu Yusuf (42), pengemudi mobil pikap yang sempat menjadi sasaran amuk massa, menyampaikan permintaan maaf usai peristiwa yang terjadi. Foto/Video: Istimewa (Medsos)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Cucu Yusuf (42), pengemudi mobil pikap yang sempat menjadi sasaran amuk massa usai kecelakaan tunggal di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui sebuah video yang diunggah di media sosial.

Dalam video tersebut, ia mengaku menyesali perbuatannya dan memohon maaf kepada seluruh warga yang terdampak atas insiden yang terjadi.

Dari rumahnya di Kampung Sindangkasih, Desa Singasari, Kecamatan Taraju, Cucu mengaku hingga kini masih menjalani pemulihan akibat luka yang dideritanya. Dengan wajah yang masih tampak lebam, ia menyebut tindakannya saat kejadian terjadi di luar kesadarannya.

Baca Juga:Di Usia ke-394, Pemkab Tasikmalaya Tancap Gas Wujudkan 13 Program Prioritas Meski Dihadapkan KeterbatasanMilangkala Tasikmalaya Diserbu Warga, Ratusan UMKM Raup Berkah di Tengah Pesta Rakyat

“Saya tidak sadar waktu kejadian itu, jadi saya khilaf,” ucap Cucu dalam video tersebut.

Ia menjelaskan, sebelum mengemudikan mobil dari Bojonggambir menuju Culamega, dirinya mengonsumsi obat batuk dalam jumlah berlebihan. Menurut pengakuannya, pengaruh obat tersebut membuatnya kehilangan kesadaran hingga tak mengetahui bagaimana mobil yang dikendarainya bisa terperosok ke kebun teh.

Cucu juga mengakui sempat bertindak agresif kepada warga yang sebenarnya datang untuk memberikan pertolongan. Ia bahkan melempar batu dan membuat masyarakat panik.

“Saya mau minta maaf kepada warga. Saya ingin mencari satu per satu orang yang saya sakiti untuk memohon maaf. Kepada yang saya lempari batu juga saya benar-benar tidak sadar,” katanya.

Tak hanya itu, Cucu mengaku menerima konsekuensi yang dialaminya, termasuk aksi pemukulan oleh massa, karena menyadari tindakannya telah membuat warga resah.

Sementara itu, Kapolsek Bojonggambir IPTU Agus Sukmana menegaskan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal dan bukan aksi begal sebagaimana sempat beredar di media sosial.

Polisi menyebut perilaku Cucu diduga dipengaruhi konsumsi obat batuk secara berlebihan hingga bertindak di luar kendali. Kasus tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri.

Baca Juga:Pikap Terjun ke Kebun Teh di Taraju, Pengemudi Sempat Ngamuk dan Dikira BegalWamentrans Siapkan Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru 

Seperti diberitakan Jabar Ekspres sebelumnya, tersebar sebuah video yang memperlihatkan keributan usai kecelakaan tunggal di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut tampak seorang pria menjadi sasaran amukan warga setelah mobil pikap yang dikendarainya terjun ke kebun teh pada Minggu (26/7/2026).

0 Komentar