JABAR EKSPRES – Suasana semarak menyelimuti Komplek Perkantoran Gedung Bupati Tasikmalaya, Sabtu (25/7/2026) malam. Ribuan warga tumpah ruah menikmati rangkaian Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya. Di balik gegap gempita hiburan dan kemeriahan pesta rakyat itu, ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya.
Perayaan Milangkala ke-394 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2026, mengusung tema “Nyorang Masa Tasik Raharja”. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menghadirkan konsep berbeda dengan menjadikan UMKM sebagai pusat perhatian.
Jika sebelumnya Milangkala identik dengan parade jampana, kali ini pemerintah memilih memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk adaptasi terhadap musim kemarau yang berdampak pada sektor pertanian, sekaligus mengangkat potensi kuliner, kriya, dan produk unggulan daerah.
Baca Juga:FK Tagana Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di BojonggambirPelayanan Tanpa Diskriminasi, Dodo Rasakan Manfaat Nyata Program JKN
Ratusan stan UMKM dari berbagai sektor memenuhi kawasan acara. Aneka makanan khas Sunda, minuman kekinian, hasil pertanian, produk peternakan hingga kerajinan tangan menjadi magnet yang mengundang ribuan pengunjung untuk datang.
Penataan lokasi pun dibuat lebih tertib. Area di dalam Komplek Perkantoran ditempati UMKM binaan Bank Indonesia Tasikmalaya dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, sedangkan area di luar kompleks diisi oleh pelaku usaha mikro dari masyarakat sekitar.
Ramainya pengunjung membawa berkah bagi para pedagang. Lefi, salah seorang pelaku UMKM yang menjual salad, dimsum, dan kuliner khas Sunda, mengaku penjualannya meningkat drastis selama kegiatan berlangsung.
“Senang banget bisa ikut. Ramai sekali, omzet biasanya bisa sampai Rp10 juta sehari. Untuk target selama tiga hari acara ini minimal bisa tembus Rp20 juta,” ujarnya penuh semangat.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Milangkala bukan hanya mendongkrak penjualan, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas. Jika biasanya harus berjualan secara berpindah-pindah, kini ribuan calon pelanggan datang langsung ke lokasi.
Di sisi lain, masyarakat pun menikmati konsep baru Milangkala tersebut. Selain menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan hiburan, mereka dapat berburu kuliner serta produk-produk lokal dalam satu kawasan.
