Anak-anak Terserang ISPA, Warga Kampung Pojok Minta Dedi Mulyadi Lihat Langsung Kondisi di Lapangan

Sejumlah warga Kampung Pojok, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat menggunakan masker karena polu
Sejumlah warga Kampung Pojok, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat menggunakan masker karena polusi debu. Sabtu (25/6). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah anak di Kampung Pojok, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dilaporkan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Masyarakat menduga sejumlah anak yang mengalami gangguan kesehatan tersebut dipicu paparan debu dari aktivitas industri di sekitar permukiman.

Salah seorang warga, Zaini Abdul , mengatakan dalam beberapa pekan terakhir ada beberapa warga, terutama anak-anak, yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat mengalami gangguan pernapasan.

Baca Juga:Milangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Puluhan Agenda, Puncak Perayaan Digelar 24–26 Juli 2026Pemkab Tasikmalaya Ajak Semua Elemen Wujudkan Zero Stunting, Tekankan Pencegahan Agar Tak Ada Kasus Baru

“Salah satunya merupakan keponakannya yang baru saja diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan,” ungkap Zaini di Padalarang, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, keponakannya didiagnosis mengalami ISPA atau gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan paparan asap maupun debu.

“Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan mengalami gangguan ISPA atau gangguan pernapasan. Dugaan penyebab utamanya berasal dari asap atau debu,” katanya.

Ia menuturkan, dugaan tersebut cukup beralasan karena di lingkungan rumah keponakannya tidak ada anggota keluarga yang merokok.

“Kalau dibilang karena asap rokok, itu tidak mungkin. Di rumah keponakan saya tidak ada yang merokok. Karena itu kami menduga gangguan tersebut berkaitan dengan debu dari perusahaan,” ujarnya.

Meski keponakannya diperbolehkan pulang, Zaini mengungkapkan saat ini masih ada seorang anak lainnya yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Kartini Padalarang dengan keluhan serupa.

“Yang masih dirawat sekarang masih ada satu anak lagi di Rumah Sakit Kartini dengan gejala yang hampir sama,” ucapnya.

Baca Juga:SPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!Kekeringan Kian Meluas, Dari Perkampungan hingga Kawasan Perkotaan Tasikmalaya Mulai Krisis Air Bersih

Atas kondisi tersebut, warga kembali meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang langsung ke Kampung Pojok untuk melihat kondisi yang mereka alami.

Menurut Zaini, persoalan debu, kebisingan, dan getaran akibat aktivitas industri telah berlangsung selama bertahun-tahun, namun belum mendapat penyelesaian yang memuaskan.

“Kami berharap Pak Dedi Mulyadi bisa turun langsung melihat kondisi di Kampung Pojok. Lihat sendiri bagaimana debunya. Bukan hanya putih, tetapi juga ada debu hitam yang membuat masyarakat khawatir,” katanya.

Ia menambahkan, warga juga mempertanyakan dugaan penggunaan bahan bakar berupa pet coke dalam proses produksi.

0 Komentar