JABAR EKSPRES – Proyek Mass Transit Project (Mastran) Bandung Raya dimulai, diharapkan jadi fasilitas transportasi publik unggulan di wilayah Bandung Raya.
Dimulainya proyek itu ditandai dengan Groundbreaking yang dilakukan Rabu (22/7) yang secara simbolis, groundbreaking dilakukan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan beberapa pejabat lainnya. Ikon dari proyek Mastran itu adalah Bus Rapid Transit (BRT).
Menteri Perhubungan Dudy menuturkan, pembangunan BRT itu salah satu upaya untuk memudahkan masyarakat terkait akses transportasi terkhusus wilayah Bandung Raya.
Baca Juga:Penolakan BRT Bandung Diklaim Mereda, Pengamat: Keberhasilan Ditentukan Integrasi dan Perubahan Perilaku WargaDedie Rachim Minta Pemprov Hadirkan BRT Gantikan Angkot Lintas Kota: 7.000 AKDP Keluar Masuk Kota Bogor
“Harapan kami proyek ini tentu untuk memudahkan masyarakat, khususnya untuk mobilitas,” cetusnya.
Dudy melanjutkan, hadirnya BRT ini diharapkan bisa mendukung perkembangan Kota Bandung termasuk daerah sekitar.
“Diharapkan bahwa ke depan Bandung semakin menjadi kota metropolitan yang memiliki public transportation yang lebih baik,” jelasnya.
Menurut Dudy, secara target pembangunan BRT ini diharapkan juga bisa cepat tuntas, targetnya bisa beroperasi pada 2027.
Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyambut baik atas proyek tersebut. “Harapan kami penyelenggaraan kegiatan pembangunannya berjalan aman dan lancar. Dan juga tidak ada gangguan, dan bisa melahirkan kualitas pembangunan yang bermutu tinggi, ” jelasnya.
Dedi menegaskan bahwa BRT ini dibangun tidak hanya untuk warga Bandung tapi juga untuk warga Bandung sekitarnya.
“Ini untuk semua warga yang berada di wilayah Bandung Raya. Bisa jadi mereka tinggal, mereka bepergian, atau mereka berkunjung. Artinya, transportasi itu terbuka untuk semua kalangan,” cetusnya. (son)
