Bukan Sekadar Camilan Nostalgia, Tapal Market Hadirkan Gabin dengan Sentuhan Baru 

Bukan Sekadar Camilan Nostalgia, Tapal Market Hadirkan Gabin dengan Sentuhan Baru 
Bukan Sekadar Camilan Nostalgia, Tapal Market Hadirkan Gabin dengan Sentuhan Baru 
0 Komentar

JABAR EKSPRES, BANDUNG — Tapal Market resmi meluncurkan Gabin Tapal, sebuah interpretasi baru terhadap gabin, jajanan yang telah lama menjadi bagian dari keseharian dan memori masyarakat Indonesia.

Melalui konsep “RETHINK GABIN — Some Classics Never Stop Evolving”, Tapal Market mengajak masyarakat melihat gabin dari perspektif yang berbeda.

Bukan sekadar camilan nostalgia, gabin diposisikan sebagai medium untuk mengeksplorasi kembali bagaimana makanan tradisional dapat berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitasnya.

Baca Juga:Memahami Posisi Bupati dalam Kasus PT Bandung Daya SentosaKomitmen Cegah Stunting Berlanjut, Alfamidi Salurkan 6.000 Telur Dukung Gizi Balita

Gabin dipilih bukan tanpa alasan. Bagi Tapal Market, gabin merupakan salah satu makanan sederhana yang memiliki kedekatan dengan berbagai generasi. Bentuknya familiar, rasanya akrab, dan kehadirannya lekat dengan cerita keseharian masyarakat Indonesia.

“Bagi kami, gabin menarik karena dia adalah makanan yang sangat sederhana, tetapi punya cerita yang panjang. Kami melihat ada ruang untuk membawa gabin ke konteks yang lebih modern tanpa menghilangkan karakter dasarnya. Jadi, kami tidak ingin membuat sesuatu yang benar-benar baru, tetapi mencoba melihat kembali gabin dengan perspektif yang berbeda,” ujar Chef Nugraha, Chef sekaligus Founder Tapal Market.

Bukan Sekadar Jajanan NostalgiaGabin sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang sebelum dikenal luas sebagai camilan seperti sekarang. Berawal dari crackers yang kemudian diadaptasi, diisi, dan berkembang menjadi sajian yang akrab di tengah masyarakat Indonesia.

Perjalanan tersebut menjadi salah satu alasan Tapal Market memilih gabin sebagai bagian dari eksplorasi kulinernya.

Melalui RETHINK GABIN, Tapal Market menghadirkan enam interpretasi baru yang berangkat dari karakter dapur Tapal. Setiap interpretasi dibuat dengan pendekatan yang tetap menghormati bentuk dan karakter gabin, sekaligus membuka kemungkinan baru dari sisi rasa dan pengalaman menikmatinya.“Yang ingin kami tunjukkan adalah bahwa makanan klasik tidak harus berhenti di masa lalu. Justru karena gabin sudah begitu familiar, kami merasa punya kesempatan untuk membawanya ke pengalaman yang berbeda. Ada unsur nostalgia, tetapi ada juga rasa penasaran ketika orang melihat gabin dalam bentuk dan rasa yang mungkin belum pernah mereka bayangkan sebelumnya,” kata Assyifa Sofia, CEO & Founder Tapal Market.

0 Komentar