JABAR EKSPRES – Polres Tasikmalaya memperketat pengawasan terhadap angkutan umum, angkutan barang, hingga bus pariwisata melalui kegiatan inspeksi keselamatan atau ramp check.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas rentetan kecelakaan lalu lintas yang menelan banyak korban jiwa di wilayah Pantura Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir.
Kegiatan tersebut menjadi upaya antisipasi agar peristiwa serupa tidak terjadi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya. Sebelumnya, kecelakaan maut di Kabupaten Indramayu pada Minggu (12/7/2026) mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka ringan.
Baca Juga:Bupati Cecep Hidupkan Lagi Rencana Pembangunan Pasar Induk PadakembangPemerintah Sebut Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak, Hanya Perluasan Basis Penerimaan
Sehari kemudian, kecelakaan di wilayah Polresta Cirebon melibatkan truk dan sepeda motor yang menyebabkan dua orang meninggal dunia, dua luka berat, serta tiga luka ringan.
Kapolres Tasikmalaya melalui Kasat Lantas AKP Didit Permadi mengatakan pihaknya langsung menginstruksikan jajaran Satlantas untuk meningkatkan pengawasan terhadap armada angkutan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
“Kami bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan akan melaksanakan ramp check sebagai langkah preventif untuk menekan angka fatalitas kecelakaan serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Tasikmalaya,” ujar AKP Didit Permadi, Kamis (16/7/2026).
Pelaksanaan pemeriksaan dipimpin Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tasikmalaya. Kanit Gakkum IPDA Ramdani menjelaskan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di jalan raya, tetapi juga menyasar pool bus, jalur operasional travel, hingga kawasan wisata yang menjadi titik keberangkatan maupun lintasan kendaraan angkutan.
Menurutnya, petugas bersama Dishub akan memastikan seluruh kendaraan memenuhi persyaratan administrasi dan kelaikan jalan sebelum beroperasi.
“Dokumen seperti buku uji KIR, kartu pengawas izin operasional, STNK, SIM, hingga identitas pengemudi akan kami periksa. Kami juga memastikan pengemudi mematuhi ketentuan jam kerja agar tidak mengemudi dalam kondisi kelelahan,” kata Ramdani.
Selain kelengkapan administrasi, pemeriksaan difokuskan pada kondisi teknis kendaraan, mulai dari sistem pengereman, lampu penerangan, ban, kaca depan, sabuk pengaman, speedometer, spion, klakson, hingga wiper.
Baca Juga:Pelaksanaan APBN 2025 Sudah Efektif dan Efisien, Benarkah?8 Siswa SMPN 1 Pagerageung Dikeluarkan, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Panggil Kepsek Hingga Guru BK
Petugas juga memastikan kendaraan tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas dan memiliki perlengkapan tanggap darurat di dalam kabin.
Tak hanya kendaraan, kondisi kesehatan pengemudi juga menjadi perhatian. Satlantas menggandeng Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai upaya meminimalkan faktor human error yang selama ini menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas.
