JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai memetakan persoalan sampah dari rumah ke rumah melalui Program Sapu Jagat. Program ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan pendataan sekaligus pendampingan pengelolaan sampah hingga tingkat rukun tetangga (RT).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengatakan, tim pendataan DLH bersama ASN turun langsung ke lapangan untuk mendatangi rumah warga.
Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana program pemilahan sampah yang selama ini disosialisasikan telah diterapkan masyarakat.
Baca Juga:Dua Hari Berturut-turut, Api Sambar Rumah Warga dan Lahan Sampah di TasikmalayaHari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia
“Itu minimal, kalau memang belum, kita juga lakukan edukasi untuk mereka. Jadi, ASN ini melakukan pendampingan ke rumah dan melakukan edukasi,” kata Chanifah kepada Jabar Ekspres, Rabu (19/8/2026).
Menurut Chanifah, kegiatan pendataan tersebut telah berlangsung hampir dua pekan. Para ASN diterjunkan ke kelurahan, RW, hingga RT untuk bertemu dengan satgas dan melakukan pendataan secara bersama-sama.
“Mereka bersama-sama melakukan pendataan, jadi tahap awal ini kita melakukan pendataan.”
Ia menjelaskan, pendataan dilakukan secara intensif selama dua pekan. Pasalnya, berdasarkan data yang dimiliki DLH, terdapat sekitar 124.000 rumah di Kota Cimahi yang harus dikunjungi.
Beban pendataan setiap ASN pun berbeda. Ada ASN yang harus mendata sekitar 30 rumah, tetapi ada pula yang mendapat tugas hingga 150 rumah.
“Bisa tidak cukup dengan waktu sehari. Setelah ASN itu turun ke lapangan, kita siapkan format yang harus mereka isi, terutama apakah rumah ini itu bentuk rumah atau kos-kosan atau rumah usaha, itu juga menjadi salah satu pertanyaan,” bebernya.
Selain karakteristik bangunan, petugas juga mendata jumlah penghuni setiap rumah. Data tersebut dibutuhkan untuk mengetahui jumlah penduduk yang benar-benar tinggal di Kota Cimahi.
Baca Juga:Sambut HUT RI di Aspol Tasikmalaya, Polisi dan Warga Adu Seru Lomba TradisionalRachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya Juara
“Kemudian, lanjut dia, yang paling utama, ada berapa penghuni di dalam rumah. Karena ingin menghitung berapa sebetulnya yang hidup di Kota Cimahi ini.
“Kalau, kalau KTP saya katakan tadi hanya 600.000, tapi kemungkinan besar itu lebih,” ungkap Chanifah.
Lebih lanjut, DLH Cimahi kini mulai memasukkan hasil pendataan ke dalam sistem. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun satu basis data besar yang memuat informasi warga dan hasil kunjungan ke setiap rumah.
