UPI Konsisten Dorong RUU Sisdiknas, Wakil Ketua DPR RI: UPI Paham Persoalan Pendidikan

UPI Konsisten Dorong RUU Sisdiknas, Wakil Ketua DPR RI: UPI Paham Persoalan Pendidikan
UPI Konsisten Dorong RUU Sisdiknas, Wakil Ketua DPR RI: UPI Paham Persoalan Pendidikan
0 Komentar

JABAR EKSPRES– Persoalan kebutuhan, distribusi hingga rekrutmen guru masih menjadi pekerjaan rumah dalam sistem pendidikan nasional. Ketidaksesuaian antara kebutuhan tenaga pendidik di daerah dengan ketersediaan lulusan calon guru dinilai perlu mendapat perhatian serius melalui kebijakan yang lebih terintegrasi.

Wakil Ketua DPR RI Prof. Cucun Ahmad Syamsurijal, S.Ag., M.A.P., menilai perguruan tinggi kependidikan seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memiliki peran strategis dalam memberikan masukan terhadap penyusunan kebijakan pendidikan nasional.

Menurutnya, UPI memiliki pemahaman yang kuat terhadap berbagai persoalan pendidikan karena selama ini secara langsung berkecimpung dalam penyiapan tenaga pendidik dan pengembangan ilmu kependidikan.

Baca Juga:Dan Bandung Guncang Kota Kembang Selama Dua Hari, Bawa Kisah Cinta Pidi Baiq Pulang ke RumahBudayawan dan Para Raja Sunda Gelar Upacara HUT ke-81 RI di Kaki Gunung Galunggung

Hal tersebut disampaikan Prof. Cucun saat memberikan orasi ilmiah dalam kegiatan Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKAKU) UPI 2026 yang berlangsung di Gedung Gymnasium UPI, Bandung, Selasa (18/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Cucun mengungkapkan bahwa DPR RI saat ini tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Proses tersebut, kata dia, juga dilakukan dengan menyerap aspirasi dari berbagai pihak yang terlibat langsung dalam dunia pendidikan.

“Kebetulan kami lagi menyusun Undang-Undang Sisdiknas sekaligus menyerap aspirasi. Tadi sudah bagus usulannya karena yang paham tentang pendidikan ini ya UPI,” ujar Prof. Cucun.

Ia menilai, salah satu hal yang perlu dibenahi dalam sistem pendidikan nasional adalah keterkaitan antara kebutuhan guru di daerah, program studi yang mencetak calon pendidik, serta mekanisme rekrutmen yang dilakukan pemerintah.

Menurut Prof. Cucun, pembukaan program studi dan penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi tidak seharusnya berjalan tanpa mempertimbangkan kebutuhan tenaga pendidik di lapangan. Hal itu penting agar lulusan yang dihasilkan memiliki peluang dan ruang yang jelas untuk berkontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.

“Jangan kita membuka prodi atau menunggu mahasiswa daftar tanpa nanti uptaker-nya dan tujuannya di mana. Harus ada ekosistem pendidikan,” katanya.

Ketimpangan Guru Masih Terjadi

Prof. Cucun kemudian menyoroti persoalan distribusi guru yang masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya daerah yang mengalami kelebihan guru pada mata pelajaran tertentu, sementara daerah lainnya justru menghadapi kekurangan tenaga pendidik pada bidang yang sama.

0 Komentar