Diskusi berlangsung hidup. Peserta mengajukan beragam pertanyaan, mulai dari cara membangun bangsa yang mandiri, menjaga budaya lokal di tengah arus globalisasi, hingga peluang memperluas kerja sama Indonesia-Iran di bidang pendidikan, riset, dan kebudayaan.
Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta yang dikenal sebagai Baba Sang Legenda juga menyampaikan pandangan kritis soal kondisi Indonesia dan perlunya perubahan yang lebih mendasar. Pernyataan itu memancing tanggapan dari peserta lain dan membuat diskusi semakin dinamis. Menanggapi hal tersebut, para narasumber menegaskan bahwa seminar ini merupakan forum akademik untuk mengkaji pengalaman Iran dalam membangun ketahanan nasional, bukan ajakan untuk mengadopsi sistem politik atau ideologi tertentu. Seluruh pembelajaran yang dibahas ditempatkan dalam kerangka memperkuat Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan mekanisme demokrasi yang berlaku.
Melalui seminar ini, DPW ABI Jawa Barat ingin menghadirkan Iran sebagai bahan kajian, bukan sebagai model politik yang harus ditiru. Fokus utamanya adalah menggali pengalaman sebuah bangsa yang dinilai mampu menjaga identitas, mengembangkan kapasitas nasional, dan memperkuat ketahanan negara di tengah tekanan internasional.
Baca Juga:SIBS ASEAN 2026: Jabar Incar Investasi dari SelangorMulti-Omics Dorong Terobosan Kesehatan Presisi dan Ketahanan Pangan Nasional
Bagi ABI Jawa Barat, belajar dari negara lain adalah cara untuk memperluas wawasan kebangsaan. Pengalaman Iran dipandang sebagai salah satu referensi yang bisa menjadi bahan refleksi untuk memperkuat Indonesia menghadapi tantangan global yang kian kompleks, tanpa meninggalkan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi. (bbs)
