Mengulik Ketangguhan Iran, ABI Jabar Ajak Publik Belajar dari Bangsa yang Tahan Tekanan

ABI Jabar
Seminar Kebangsaan yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (ABI) Jawa Barat di Kabuci Asih Putera, Kota Cimahi, Sabtu (11/7/2026). 
0 Komentar

CIMAHI – Apa yang membuat Iran tetap bertahan di tengah sanksi ekonomi, tekanan internasional, dan dinamika geopolitik yang tak pernah benar-benar reda? Pertanyaan itu menjadi pintu masuk Seminar Kebangsaan yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (ABI) Jawa Barat bertajuk “Membaca Dunia, Menguatkan Indonesia: Belajar dari Iran tentang Ketangguhan Bangsa (National Resilience) dan Memelihara Budaya di Tengah Tekanan Global”, Sabtu (11/7/2026), di Kabuci Asih Putera, Kota Cimahi.

Sekitar 100 peserta yang hadir—mulai dari mahasiswa, pelajar, akademisi, hingga masyarakat umum—diajak melihat Iran dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sekadar soal konflik atau politik luar negeri, melainkan sebagai contoh bagaimana sebuah negara membangun daya tahan nasional di tengah tekanan global yang terus berubah.

Ketua Panitia, Dr. Hayadi, S.T., M.T., mengatakan Iran dipilih karena menawarkan banyak pelajaran penting, terutama soal pembangunan sumber daya manusia, penguatan ilmu pengetahuan, penjagaan identitas budaya, dan kemandirian nasional.

Baca Juga:SIBS ASEAN 2026: Jabar Incar Investasi dari SelangorMulti-Omics Dorong Terobosan Kesehatan Presisi dan Ketahanan Pangan Nasional

“Yang ingin dipelajari bukan sistem politiknya, tetapi bagaimana sebuah bangsa mampu bertahan dan terus berkembang di tengah berbagai tantangan,” ujarnya.

Hubungan Indonesia-Iran juga ikut mewarnai acara lewat pemutaran video sambutan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia. Dalam pesannya, ia mengapresiasi seminar tersebut dan mendorong kerja sama akademik serta pertukaran pengetahuan sebagai jembatan hubungan kedua negara.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dengan sudut pandang yang saling melengkapi. Pengamat Timur Tengah Dr. Dina Sulaeman membahas perubahan geopolitik global dan dampaknya bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Hasan Zakaria, Lc., M.A., Ph.D., mengulas bagaimana Iran membangun ketahanan nasional lewat investasi pada pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pelestarian budaya sebagai penopang identitas bangsa.

Sementara itu, mantan Duta Besar RI untuk Iran periode 2012–2016, Drs. Dian Wirengjurit, M.A., membagikan pengalamannya selama bertugas di Teheran. Ia menilai Indonesia perlu memahami Iran secara lebih objektif agar bisa mengambil pelajaran yang relevan bagi kepentingan nasional, terutama dalam membaca dinamika kawasan Timur Tengah.

0 Komentar