Mulai 3 Agustus, Akses Overpass Bodogol Ditutup Total Selama 60 Hari

Warga saat menunjukan kondisi Jembatan Overpass Bodogol yang menghubungkan wilayah Rancasari, Kota Bandung den
Warga saat menunjukan kondisi Jembatan Overpass Bodogol yang menghubungkan wilayah Rancasari, Kota Bandung dengan Rancaoray, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung mengalami keretakan di dua sisi jembatan. Foto Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Proses perbaikan akses menuju Jembatan Overpass Bodogol di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung dijadwalkan dimulai pada 3 Agustus hingga 5 Oktober 2026. Seluruh pekerjaan akan dilaksanakan oleh PT Jasa Marga dengan penutupan total akses menuju jembatan selama sekitar 60 hari.

Diketahui jika Jembatan yang tepat berada di KM 146+400 Ruas Tol Padaleunyi merupakan jembatan penghubung Desa Buah Batu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung dan Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Camat Bojongsoang, Kankan Taufik, mengatakan jadwal tersebut telah ditetapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Kota Bandung, dan pihak Jasa Marga.

Baca Juga:PKB Pertanyakan Anjloknya PAD BUMD Tasikmalaya, Kinerja PT Abhyakta dan Bank CIJ Jadi SorotanDPRD Dorong Pemkab Tasikmalaya Bentuk Dinas Kominfo Mandiri, Dinilai Krusial Hadapi Era Digital

“Proses perbaikan jembatan rencananya dari tanggal 3 Agustus sampai 5 Oktober 2026. Perbaikan sepenuhnya oleh PT Jasa Marga,” kata Kankan, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, sebelum pekerjaan dimulai telah dilakukan pembahasan bersama lintas instansi. Meski tidak dapat menghadiri rapat tersebut, Kankan mengatakan hasil rapat menetapkan pekerjaan dimulai pada awal Agustus.

“Itu kan kita diundang ya, dari Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung. Kebetulan saya enggak bisa hadir. Nah, dari hasil rapat itu direncanakan awal Agustus mulai pekerjaan,” ujarnya.

Menurut Kankan, pekerjaan yang akan dilakukan bukan memperbaiki struktur utama jembatan. Berdasarkan hasil kajian teknis yang dipaparkan dalam rapat, retakan yang sempat menjadi perhatian publik tidak memengaruhi kekuatan konstruksi overpass.

Ia mengatakan hasil kajian menunjukkan retakan tersebut tidak mengganggu struktur jembatan sehingga konstruksi utama dinyatakan masih aman digunakan.

“Katanya kan jembatan itu berdasarkan hasil kajian, retakan-retakan itu tidak mengganggu kepada struktur. Nah, kalau strukturnya itu masih aman sehingga tidak diperbaiki untuk jembatannya,” tuturnya.

Fokus pekerjaan, lanjut Kankan, justru berada pada akses masuk menuju jembatan yang selama ini mengalami penurunan tanah atau amblas akibat pergeseran tanah.

Baca Juga:Potensi PGE Karaha Belum Maksimal, Wabup Tasikmalaya Minta Dukungan KDM Kejar Target 30 MWWujud Syukur HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarame Santuni Anak Yatim dan Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat

“Tetapi untuk aksesnya itu kan terjadi amblas, pergeseran tanah di situ. Nah, itu yang akan diperbaiki terkait dengan akses ke jembatan itu karena selalu terjadi pergeseran,” katanya.

Ia menjelaskan kondisi tersebut membuat jalan pendekat menuju overpass memiliki tanjakan yang cukup curam. Oleh karena itu, Jasa Marga juga akan memperbaiki elevasi jalan agar lebih aman dilalui kendaraan.

0 Komentar