Potensi PGE Karaha Belum Maksimal, Wabup Tasikmalaya Minta Dukungan KDM Kejar Target 30 MW

Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi bersama managemen PGE Area Karaha/Foto: Prokopim
Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi bersama managemen PGE Area Karaha/Foto: Prokopim
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyatakan komitmennya mendukung pengembangan potensi energi panas bumi di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha. Saat ini, pembangkit listrik tenaga panas bumi tersebut baru memproduksi sekitar 20 Mega Watt (MW) dari target kapasitas sebesar 30 MW.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, mengatakan masih terdapat peluang pengembangan sebesar 10 MW yang dinilai perlu segera dioptimalkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pihak perusahaan.

Menurut Asep, pengembangan PGE Karaha menjadi salah satu potensi strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat transisi menuju energi bersih.

Baca Juga:Wujud Syukur HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarame Santuni Anak Yatim dan Tegaskan Komitmen Layani MasyarakatIbunda Viknes Waren: Anak Saya Memang Gagal ke Amerika, Tapi DBL Ikut Membentuk Mentalnya hingga Mendunia

“Kami melihat PGE Karaha memiliki potensi yang sangat besar. Targetnya 30 MW, tetapi saat ini baru sekitar 20 MW. Artinya masih ada ruang pengembangan sekitar 10 MW yang harus kita dorong bersama,” kata Asep, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, Pemkab Tasikmalaya akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat realisasi pengembangan kapasitas tersebut. Dukungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dinilai penting agar investasi dan pengembangan di sektor panas bumi dapat berjalan lebih optimal.

“Kami akan berkoordinasi dan memohon dukungan dari Bapak Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), agar potensi energi panas bumi di Karaha bisa terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Tasikmalaya maupun Jawa Barat,” ujarnya.

Asep menambahkan, kolaborasi antara Pemkab Tasikmalaya, DPRD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta PGE menjadi kunci dalam mewujudkan daerah yang mandiri energi dan berkelanjutan.

Ia optimistis pengembangan PGE Karaha tidak hanya meningkatkan pasokan listrik berbasis energi terbarukan, tetapi juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kalau semua pihak bersatu, saya optimistis Tasikmalaya dapat menjadi salah satu daerah pelopor dalam pengembangan energi hijau yang berkelanjutan di Jawa Barat,” pungkasnya. (Hendi)

0 Komentar