JABAR EKSPRES – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, merespons laporan masyarakat mengenai dugaan praktik jual beli seragam di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Cimahi. Aduan tersebut kini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dan akan ditindaklanjuti melalui proses verifikasi.
Ngatiyana mengatakan informasi mengenai dugaan penjualan seragam sekolah itu diterimanya langsung dari masyarakat. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi segera menelusuri kebenaran laporan tersebut.
“Saya mendengar memang ada yang mengadukan jual beli seragam sekolah,” kata Ngatiyana, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga:Walau Persib Kalah di Final Piala Presiden, Bobotoh Tasikmalaya Gembira Bawa Pulang Sepeda Listrik dari PolresKorsleting Diduga Jadi Pemicu, Kebakaran Hebat Hanguskan 11 Rumah dan Sekolah di Sodonghilir
Menurut dia, sekolah tidak boleh mewajibkan peserta didik membeli seragam dari pihak tertentu, terlebih jika kebijakan tersebut justru menambah beban biaya bagi orang tua.
Ia mengingatkan, Pemkot Cimahi telah mengalokasikan anggaran untuk penyediaan seragam gratis bagi peserta didik SMP sebagai bagian dari upaya meringankan kebutuhan pendidikan masyarakat.
“Padahal Pemkot Cimahi sudah memberikan seragam gratis SMP, waktu itu kelas 8,” ujarnya.
Untuk memastikan informasi yang diterima tidak sekadar isu, Ngatiyana akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi guna meminta penjelasan sekaligus melakukan verifikasi terhadap sekolah-sekolah yang diduga terlibat.
Apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya praktik penjualan seragam yang bertentangan dengan ketentuan, Pemkot Cimahi memastikan akan memberikan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab, termasuk kepala sekolah.
“Kami akan cek ke Kadis seperti apa itu bisa terjadi. Kalau memang ada penjualan di luar ketentuan kita akan ambil tindakan tegas terhadap kepala sekolah yang melanggar aturan. Kita cek kebenarannya dulu, saya cek ke kadis kepala sekolah mana yang melakukan itu, semuanya harus sesuai dengan ketentuan,” tandas Ngatiyana. (Mong)
