Mahasiswa KKN 08 UBK Luncurkan LAMAKOMPOS di Desa Lamajang, Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Mahasiswa KKN 08 UBK Luncurkan LAMAKOMPOS di Desa Lamajang, Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Mahasiswa KKN 08 UBK Luncurkan LAMAKOMPOS di Desa Lamajang, Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. (sumber: Sharla)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 08 Universitas Bhakti Kencana berkolaborasi dengan pemerintah Desa Lamajang, menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik melalui pembuatan rumah komposter sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara berkelanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (1/8), diikuti oleh 152 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Program ini dilatarbelakangi oleh hasil survei lapangan yang dilakukan mahasiswa KKN di RW 20 Desa Lamajang.

Baca Juga:Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Wujudkan Desa Sehat dan Mandiri Lewat Program KKN di MandalahajiMahasiswa KKN dan Dosen Bhakti Kencana University Memberikan Edukasi Penanggulangan TB Paru di Desa Lamajang

Berdasarkan observasi dan wawancara dengan tokoh masyarakat, diketahui bahwa sampah organik rumah tangga, seperti daun kering, sisa sayuran, dan sisa tanaman, masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Padahal, apabila dikelola dengan baik, sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat sekaligus membantu mengurangi timbulan sampah di lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN mengembangkan sebuah inovasi bertajuk LAMAKOMPOS (Lamajang Kompos Organik), yaitu sistem pengelolaan sampah organik berbasis pemberdayaan masyarakat.

Inovasi ini tidak hanya berfokus pada pembuatan kompos, tetapi juga membangun kebiasaan memilah sampah, menyediakan sarana pengolahan, serta membekali masyarakat dengan panduan praktis agar program dapat terus berjalan setelah kegiatan KKN berakhir.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah rumah tangga, manfaat pengelolaan sampah organik, serta proses pengomposan yang dapat diterapkan dilingkungan masing-masing.

Untuk mempermudah pemahaman, mahasiswa KKN juga menampilkan video tutorial pembuatan dan cara kerja rumah komposter.

Sebagai bentuk implementasi program, mahasiswa juga membangun satu unit rumah komposter berbahan drum yang telah dimodifikasi serta lima unit rumah komposter berbahan galon bekas.

Baca Juga:Remaja Ceria Tingkatkan Pengetahuan Pencegahan Anemia pada Siswa Kelas IX SMPN 1 RancabaliDosen dan Mahasiswa Bhakti Kencana University Perkuat Edukasi Kesehatan Melalui Gerakan "SATE PADANG"

Seluruh komposter dirancang untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi dua produk, yaitu kompos padat yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam serta pupuk organik cair (air lindi) yang dapat digunakan sebagai pupuk setelah melalui proses pengenceran sesuai petunjuk penggunaan.

Dalam proses pengomposan, masyarakat diperkenalkan dengan penggunaan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh, seperti daun kering, sisa sayuran, sekam padi, serta larutan aktivator yang terdiri atas campuran air cucian beras, EM4, dan molase.

0 Komentar