Disnaker Bandung Gelar Pelatihan Kerja untuk 3.500 Warga, Siapkan SDM Hadapi Dunia Kerja Modern

Disnaker Bandung Gelar Pelatihan Kerja untuk 3.500 Warga, Siapkan SDM Hadapi Dunia Kerja Modern
Foto ilustrasi pelatihan kerja di Kota Bandung. (Dimas/JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) resmi mengawali program Pelatihan Akomodir Reses Anggota DPRD Kota Bandung Tahun 2026 yang diikuti sebanyak 3.500 warga ber-KTP Kota Bandung.

Program tersebut dibagi ke dalam 175 paket pelatihan dan dilaksanakan di berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tersebar di seluruh daerah pemilihan di Kota Bandung.

Pembukaan pelatihan berlangsung di LPK Ariyanti pada Rabu (8/7/2026) dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Baca Juga:Indonesia-Kazakhstan Bentuk Komite Bersama, Buka Peluang Investasi Industri di Kawasan Eurasia5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar, Bapanas: Untuk Tekan Inflasi

Dalam sambutannya, Farhan menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Bandung yang telah mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui penyelenggaraan pelatihan berbasis keterampilan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Disnaker Kota Bandung, seluruh LPK, serta Lembaga Pelatihan Profesi (LPP) yang terlibat sebagai mitra pelaksana.

Menurut Farhan, pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan sebuah daerah. Ia menilai, kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas masyarakat yang memiliki kompetensi, karakter, serta etos kerja yang baik.

“Investasi terbaik adalah membangun manusia yang produktif, kreatif, dan berdaya saing. Itulah karakter masyarakat Kota Bandung yang harus terus diperkuat,” ujarnya.

Farhan mengatakan perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga otomatisasi telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi langkah penting agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Ia juga menilai bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas tenaga kerja. Menurutnya, pelatihan vokasi berbasis kompetensi menjadi penghubung antara kebutuhan dunia usaha dan industri dengan kemampuan para pencari kerja.

Farhan mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pelatihan secara serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan, bukan sekadar memperoleh sertifikat.

Baca Juga:DPRD Didorong Jadi Penggerak Pengembangan Ekonomi Kreatif di DaerahPermintaan China Dongkrak Ekspor Rempah Indonesia, Kapulaga Jadi Komoditas Unggulan

Selain siap memasuki dunia kerja, ia berharap peserta mampu mengembangkan keterampilan menjadi peluang usaha sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

“Pemerintah Kota Bandung ingin masyarakat tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membangun usaha mandiri yang dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain,” katanya.

0 Komentar