Benarkah Darah Tinggi Bisa Turun Dalam 7 Hari Hanya dengan Mengurangi Garam

Darah Tinggi Bisa Turun Dalam 7 Hari Hanya dengan Mengurangi Garam
Darah Tinggi Bisa Turun Dalam 7 Hari Hanya dengan Mengurangi Garam
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Konsumsi garam memang erat hubungannya dengan tekanan darah tinggi, karenanya banyak yang berusaha menurunkan tekanan darah tinggi atau Hipertensi dengan cara mengurangi konsumsi garam.

Benarkah langkah ini efektif untuk mengobati hipertensi dan seperti apa cara kerjanya?

Berdasar artikel populer dari laman jurnal kesehatan Verywell Health, garam dapur atau natrium klorida terdiri atas sekitar 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Natrium dalam darah inilah yang menyebabkan pengaruh terhadap tekanan darah.

Baca Juga:JETOUR T1 Resmi Meluncur di Bandung, Urban Adventure SUV Berteknologi Hybrid i-DM Dibanderol Mulai Rp393 JutaBukan Film Biopik, "Jokowi Is Me" Angkat Kisah Anak Muda yang Terinspirasi Sosok Jokowi

Pengaruhnya adalah, karena garam bisa menarik air ke dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan volume darah. Akibatnya, tekanan darah ikut meningkat. Seiring waktu, terlalu banyak natrium dapat membuat tekanan darah tetap tinggi dan semakin membebani jantung.

Karenanya sangat penting membatasi konsumsi natrium, bukan tidak mengonsumsi sama sekali, karena natrium tetap perlu dikonsumsi setiap hari agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Adapun batasan konsumsi natrium untuk orang dewasa sebaiknya hingga 2.300 mg per hari, dengan target ideal kurang dari 1.500 mg untuk menjaga tekanan darah tetap sehat.

Pembatasan konsumsi garam atau natrium ini pernah diuji coba pada sebuah studi pada tahun 2023 yang melibatkan orang dewasa lanjut usia yang mengikuti diet rendah natrium dengan hanya mengonsumsi 500 mg natrium per hari.

Dalam hal ini, rata-rata orang Amerika mengonsumsi sekitar 3.500 mg natrium atau setara dengan 1¾ sendok teh garam setiap hari.

Dibandingkan dengan pola makan biasa yang dijalani peserta, diet rendah natrium menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 6 mmHg atau “poin”.

Tekanan darah sistolik adalah angka atas pada hasil pengukuran tekanan darah yang menunjukkan tekanan di arteri saat jantung berdetak. Besarnya penurunan tekanan darah tersebut sebanding dengan efek yang umumnya diperoleh dari penggunaan hidroklorotiazid, salah satu obat untuk hipertensi.

Penurunan ini konsisten untuk semua kelompok, termasuk orang-orang dengan:

Baca Juga:Tingkatkan Standar Keselamatan, Tenth Avenue Mall Rutin Gelar Simulasi Kebakaran Dua Kali SetahunDiumumkan Hari ini, Berikut Link Resmi dan Cara Cek Pengumuman SPMB Jabar

1. Tekanan darah normal2. Tekanan darah tinggi yang tidak diobati3. Tekanan darah tinggi yang sedang mengonsumsi obat antihipertensi.

Studi ini membuktikan bahwa perubahan pola makan dan gaya hidup dapat memberikan dampak besar dalam mengelola tekanan darah.

0 Komentar