JABAR EKSPRES – Jumlah penduduk Kota Cimahi diproyeksikan terus bertambah hingga mendekati 600 ribu jiwa pada 2030.
Di balik pertumbuhan tersebut, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mengingatkan bahwa tantangan pelayanan administrasi kependudukan akan semakin kompleks, meski laju pertumbuhan penduduk mulai menunjukkan tren melambat.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2023–2025, jumlah penduduk Kota Cimahi meningkat dari 575.519 jiwa pada 2023 menjadi 581.994 jiwa pada 2024, kemudian kembali bertambah menjadi 584.820 jiwa pada 2025.
Baca Juga:DPRD Didorong Jadi Penggerak Pengembangan Ekonomi Kreatif di DaerahPermintaan China Dongkrak Ekspor Rempah Indonesia, Kapulaga Jadi Komoditas Unggulan
Namun demikian, laju pertumbuhan penduduk mengalami perlambatan, dari 1,13 persen pada periode 2023–2024 menjadi 0,49 persen pada periode 2024–2025.
Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, Tri Lospala Candra, mengatakan apabila tren tersebut terus berlanjut dengan asumsi laju pertumbuhan berada di kisaran 0,5 persen per tahun, maka jumlah penduduk Kota Cimahi diperkirakan akan mencapai sekitar 587.700 jiwa pada 2026, meningkat menjadi sekitar 590.600 jiwa pada 2027, kemudian sekitar 593.500 jiwa pada 2028, bertambah menjadi sekitar 596.500 jiwa pada 2029, dan mendekati 600 ribu jiwa atau sekitar 599.500 jiwa pada 2030.
Tri menegaskan, angka tersebut merupakan proyeksi sederhana yang disusun berdasarkan tren Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2023–2025 dan bukan merupakan proyeksi resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurutnya, meskipun pertumbuhan penduduk mulai melambat, kondisi tersebut tidak serta-merta mengurangi tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. Sebaliknya, setiap penambahan jumlah penduduk akan diikuti meningkatnya kebutuhan pelayanan administrasi kependudukan.
“Diantaranya seperti dokumen kependudukan, pemutakhiran data, integrasi data antarinstansi, serta penyediaan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan,” kata Tri pada Jabar Ekspres via pesan WhatsApp, Selasa (7/7/26)..
Tri menjelaskan, peningkatan jumlah penduduk Kota Cimahi selama ini bukan dipicu oleh tingginya urbanisasi. Berdasarkan data Disdukcapil, pertumbuhan penduduk lebih banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan alami atau selisih antara angka kelahiran dan angka kematian.
“Dengan demikian, kenaikan jumlah penduduk Kota Cimahi tidak didominasi oleh urbanisasi, melainkan lebih dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk alami, yaitu selisih antara jumlah kelahiran dan jumlah kematian,” kata Tri.
Baca Juga:Bupati Tasikmalaya Sebut Program Pemagangan Nasional Solusi Tekan Pengangguran Lulusan BaruPemerintah Dorong UMKM Naik Kelas Sebelum Masuk Industri Besar
Data migrasi dalam tiga tahun terakhir memperlihatkan jumlah penduduk yang keluar dari Kota Cimahi selalu lebih besar dibandingkan jumlah penduduk yang datang. Pada 2025 tercatat sebanyak 5.130 penduduk datang, sementara 6.396 penduduk pindah keluar.
