Jabar Ekspres – Pemprov Jawa Barat serius untuk membentuk Holding BUMD PT Sanggabuana. Perda pembentukan Holding itu juga telah resmi di usulkan ke DPRD Jawa Barat, Rabu (19/8).
Nota pengantar Perda Pembentukan Holding itu secara resmi telah disampaikan di Rapat Paripurna. Termasuk usulan penyertaan modal untuk Holding baru itu.
Nota pengantar disampaikan oleh Sekda Herman Suryatman. Ia mewakili Gubernur Dedi Mulyadi.
Baca Juga:Korban PHK di Cimahi Tak Dibiarkan Terpuruk, Pemkot Dorong Bangkit Lewat Usaha LaundryUPI Konsisten Dorong RUU Sisdiknas, Wakil Ketua DPR RI: UPI Paham Persoalan Pendidikan
Herman menjelaskan, BUMD idealnya memiliki prospek strategis untuk meningkatkan pembangunan ekonomi, memperkuat pelayanan umum, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun demikian, perkembangan BUMD di Provinsi Jawa Barat masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat optimalisasi perannya sebagai motor pembangunan daerah. Jumlah BUMD di Jawa Barat di bawah koordinasi Pemda Provinsi Jawa Barat ada 37 BUMD.
“Dari 37 BUMD, 27 di antaranya sehat dan 10 di antaranya kurang sehat,” katanya.
Karenanya butuh treatment khusus. Yakni dengan pembentukan Holding BUMD. Nantinya berfungsi mengelola portofolio BUMD secara terintegrasi, profesional, dan berbasis kinerja. BUMD ini tidak hanya berperan sebagai pengelola investasi, tetapi juga sebagai agen restrukturisasi untuk memperbaiki BUMD yang belum sehat dimaksud, sehingga mendorong transformasi menyeluruh di dalam ekosistem BUMD.
Herman melanjutkan, rencananya 26 BUMD yang akan menjadi bagian Holding PT Sanggabuana. “Adapun 10 BUMD yang kurang sehat, itu akan direstrukturisasi dan menjadi mitra Sanggabuana, ” Sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Pemprov juga sekaligus menyampaikan Raperda usulan penyertaan modal untuk Holding tersebut. Penyertaan modal daerah kepada PT Sanggabuana (Perseroda) direncanakan sebesar Rp500 miliar yang dilaksanakan secara bertahap dalam periode tahun anggaran 2027 sampai dengan tahun anggaran 2031. Tahap pertama penyertaan modal dilaksanakan sebesar Rp125 miliar pada tahun anggaran 2027.(son)
