PGN Perkuat Implementasi Keselamatan Migas melalui Sinergi dengan Ditjen Migas

PGN Perkuat Implementasi Keselamatan Migas melalui Sinergi dengan Ditjen Migas
PGN Perkuat Implementasi Keselamatan Migas melalui Sinergi dengan Ditjen Migas
0 Komentar

JABAR EKSPRES – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi keselamatan migas sebagai fondasi utama menjaga keandalan infrastruktur gas bumi nasional. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Audiensi Umum dengan Pembina Sektor Keselamatan Hilir Migas di lingkungan Subholding Gas PGN yang diselenggarakan di Kantor Pusat PGN, Jakarta, Rabu (1/7).

Kegiatan ini menghadirkan Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Joko Hadi Wibowo, selaku Pembina Sektor Keselamatan pada kegiatan usaha migas. Dalam kesempatan tersebut, Joko menyampaikan arah kebijakan pemerintah, penguatan regulasi, serta implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) dalam mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Audiensi ini juga dihadiri jajaran Direksi PGN, yakni Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta, Direktur Manajemen Risiko Eri Surya Kelana, serta Direktur Komersial Aldiansyah Idham. Turut hadir para pimpinan dan perwakilan entitas di lingkungan Subholding Gas yang bertindak sebagai Kepala Teknik maupun Wakil Kepala Teknik.

Baca Juga:Kekeringan di Bojonggambir, Warga Berharap Sumur Bor Jadi Solusi PermanenBerawal dari Obrolan Biasa, Polda Jabar siap Perangi Judol dan Pinjol lewat Film Menang Untuk Kalah

Dalam paparannya, Joko Hadi Wibowo menekankan bahwa aspek keselamatan merupakan salah satu pilar utama dalam mendukung swasembada energi nasional. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM), penguatan budaya keselamatan, pencapaian Zero Unplanned Shutdown, serta peningkatan keandalan instalasi menjadi bagian penting untuk menjamin pasokan energi nasional yang aman, andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

“Keselamatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan kegiatan usaha migas. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) yang konsisten serta penguatan budaya keselamatan menjadi kunci untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan, sekaligus menjaga keandalan instalasi serta keberlangsungan pasokan energi nasional. Sinergi antara regulator dan badan usaha perlu terus diperkuat agar budaya keselamatan menjadi bagian yang melekat dalam setiap aktivitas operasional,” ujar Joko.Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, mewakili manajemen PGN, menyampaikan bahwa sebagai Subholding Gas yang mengelola jaringan infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia, keselamatan merupakan nilai utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.

0 Komentar