JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya menegaskan komitmennya membawa Batik Sukapura menembus pasar nasional hingga internasional. Komitmen tersebut menjadi salah satu semangat yang diusung dalam rangkaian Milangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya melalui gelaran Sukapura International Batik Festival yang digelar meriah pada akhir pekan lalu.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengatakan festival tersebut bukan sekadar perayaan budaya, melainkan langkah strategis untuk mengangkat produk unggulan daerah agar memiliki daya saing lebih luas. Melalui pawai alegoris yang diikuti ratusan peserta dengan mengenakan busana Batik Sukapura, Pemkab ingin memperkenalkan identitas budaya Tasikmalaya kepada masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Tujuannya tidak ada lain bagaimana kita mendukung UMKM agar tumbuh dan naik kelas, sehingga siap bersaing menjadi bagian dari pemain ekonomi dunia,” kata Cecep dalam keterangannya.
Baca Juga:Pengemudi Pikup yang Ngamuk Usai Terjun ke Kebun Teh Sampaikan Permintaan Maaf dan Akui KhilafDi Usia ke-394, Pemkab Tasikmalaya Tancap Gas Wujudkan 13 Program Prioritas Meski Dihadapkan Keterbatasan
Menurutnya, Batik Sukapura merupakan salah satu warisan budaya sekaligus produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, pemerintah daerah merasa berkewajiban untuk terus mendorong pengembangan pemasaran dan memperluas pangsa pasar batik tersebut.
Di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan, Cecep menilai pelaku UMKM Tasikmalaya tetap menunjukkan semangat beradaptasi dan berinovasi. Hal itu menjadi modal besar bagi pemerintah untuk terus memberikan dukungan agar sektor ekonomi kreatif semakin berkembang.
“UMKM agar terus tumbuh di saat ekonomi global sedang tidak baik-baik saja, tapi saya melihat geliat adaptif yang terus didorong oleh pelaku-pelaku UMKM ini menjadi motivasi yang luar biasa,” ujarnya.
Festival Batik Sukapura yang melibatkan perwakilan dari 351 desa di Kabupaten Tasikmalaya itu pun mendapat sambutan antusias masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan parade batik yang berlangsung hingga malam hari.
Namun, menurut Cecep, festival tersebut bukanlah agenda seremonial semata. Ia memastikan promosi Batik Sukapura akan dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan di tingkat kabupaten maupun di luar daerah.
“Kami mendorong sekarang ada karnaval atau festival batik di Kabupaten Tasikmalaya ini, bukan hanya dalam satu ajang. Sekali lagi, ini adalah gongnya saja, setelahnya adalah harus ada yang lebih sustainable, lebih berkelanjutan,” katanya.
