JABAR EKSPRES – Kekeringan kian menghantui warga Bandung buntut kemarau panjang. Di balik itu sebenarnya ada salah satu solusi alternatif sumber air di Kota Bandung, yaitu seke atau mata air.
Di kota Kembang, terdapat banyak seke yang masih aktif. Data 2019, setidaknya ada 79 seke yang masih aktif.
Sampai saat ini, beberapa seke juga masih berfungsi. Contohnya adalah Seke Buka Tanah. Seke yang ada di Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung itu masih berfungsi dengan baik.
Baca Juga:Pengemudi Pikup yang Ngamuk Usai Terjun ke Kebun Teh Sampaikan Permintaan Maaf dan Akui KhilafQRIS Cross Border Makin Luas, UMKM Berpeluang Raup Transaksi Wisatawan Asing
Pantauan Jabar Ekspres, Selasa (21/7) misalnya, air dari sumber air di seke itu masih memancar. Saat ini, lokasi mata air memang sudah ditutup dengan cor agar bersih dan terjaga. Tapi mata air terus memancar.
Sementara kawasan seke itu masih nampak rindang, walau memang di beberapa sudut nampak kotor karena banyaknya dedaunan yang berguguran. Spot tempat duduk, ataupun kolam-kolam ikan di sekitar seke juga masih berfungsi.
Di sisi lain, air dari sumber mata air itu ternyata tidak terbuang percuma tapi juga dimanfaatkan langsung oleh warga sekitar.
Ketua RT 04 Hendi menceritakan, sedikitnya ada sekitar 30 kepala keluarga yang memanfaatkan air dari seke itu. Air itu untuk beberapa keperluan, mulai dari untuk mandi dan keperluan dapur.
“30 KK itu se kelurahan ya, memang tidak semua warga di kelurahan tapi cukup banyak yang memanfaatkan,” cetusnya.
Caranya, warga memasang pipa dan mesin pompa di seke tersebut. Air kemudian disedot dan dialirkan ke rumah-rumah warga. Untuk menikmati air bersih itu warga juga tidak dipungut biaya. “Hanya patungan untuk bayar token Listrik saja, untuk menyalakan pompa,” sambungnya.
Ketua RT 05 Tandi Suryadi menambahkan, seke itu sebenarnya sudah puluhan tahun ada di kawasan tersebut.
“Dulu memang jadi tempat mandi warga,” cetusnya.
Baca Juga:Bapanas Usulkan Anggaran Sebesar Rp17,52 Triliun untuk Bantuan Beras pada Jutaan KPMPikap Terjun ke Kebun Teh di Taraju, Pengemudi Sempat Ngamuk dan Dikira Begal
Kini kawasan itu dipugar oleh Pemkot Bandung ditata menjadi ruang publik. Namun sumber mata air tetap terjaga dan menjadi ikon.
“Air di seke tak pernah kering, paling hanya surut,” cetusnya.(son)
