JABAR EKSPRES – Aktivitas pembangunan rumah di Kampung Nyampay, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendadak terhenti setelah pekerja menemukan benda yang diduga mortir aktif terkubur di dalam tanah.
Temuan tersebut terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB saat proses penggalian pondasi teras rumah milik Iis Cucu Cahyati (53). Benda yang diduga amunisi itu ditemukan secara tidak sengaja ketika pekerja menggali tanah, sehingga pekerjaan pembangunan langsung dihentikan dan dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Lembang AKP Dana Suhenda membenarkan adanya penemuan mortir yang diduga masih aktif tersebut. Menurutnya, petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Baca Juga:KBB Berbenah, Pemkab Bandung Barat Bentuk Satgas Antijual Beli JabatanDalam Sehari, Tiga Kebakaran Lahan Terjadi di Tiga Kecamatan Bandung Barat
“Benar, kami menerima laporan adanya penemuan amunisi jenis mortir di pekarangan rumah warga. Setelah dilakukan pengecekan, mortir tersebut diduga masih aktif,” kata Dana saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).
Dana menjelaskan, mortir pertama kali ditemukan saat seorang pekerja menggali pondasi teras rumah. Awalnya cangkul yang digunakan membentur benda keras di dalam tanah. Setelah galian diperdalam, terlihat sebuah benda menyerupai mortir dengan kondisi berkarat.
“Pemilik rumah sedang membangun teras. Saat menggali pondasi, pekerja menemukan benda keras. Setelah tanah dibuka lebih dalam, ternyata ditemukan amunisi jenis mortir yang diduga belum meledak,” ujarnya.
Beruntung, mortir tersebut tidak terkena hantaman cangkul secara langsung sehingga tidak memicu ledakan. Polisi menduga amunisi itu telah lama terkubur di lokasi karena kondisi fisiknya sudah dipenuhi karat.
Meski demikian, hasil pemeriksaan menunjukkan mortir tersebut masih aktif dan berpotensi membahayakan apabila dipindahkan tanpa prosedur.
Mendapat laporan itu, Polsek Lembang segera berkoordinasi dengan Tim Gegana Polda Jawa Barat untuk melakukan penanganan. Petugas kemudian mengevakuasi mortir dari lokasi penemuan sebelum dilakukan disposal atau peledakan terkendali di tempat yang aman.
“Tim Gegana langsung melakukan evakuasi dan mortir tersebut sudah didisposal di lokasi yang aman. Saat ini situasi di lokasi penemuan sudah aman dan kegiatan masyarakat kembali normal,” tandas Dana. (Wit)
