JABAR EKSPRES – Keputusan manajemen PSGC Ciamis menjalin kerja sama dengan Persib Bandung sebagai tim satelit untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 mendapat respons beragam dari barisan suporter. Ketua Umum Balad Galuh, Dian Ghozin, menyatakan pihaknya menyambut positif langkah kolaborasi antar dua klub Jawa Barat tersebut. Namun demikian, ia menegaskan sejumlah catatan krusial yang wajib dipenuhi oleh kedua belah pihak.
Pernyataan resmi itu disampaikan Dian Ghozin di sela-sela agenda silaturahmi dengan manajemen klub, Rabu (17/6/2026) lalu. Menurut Ghozin, identitas PSGC Ciamis merupakan harga mati yang tidak boleh diganggu gugat dalam skema kerja sama ini. Ia secara tegas meminta agar manajemen Persib maupun PSGC tidak mengubah identitas asli klub kebanggaan warga Ciamis tersebut.
“Yang pertama dan paling utama, nama PSGC Ciamis harus tetap dipertahankan. Itu adalah identitas sakral yang melekat pada sejarah panjang sepak bola di Ciamis. Begitu juga dengan hak penggunaan Stadion Galuh sebagai homebase atau markas utama kami,” ujarnya kepada awak media, Senin (29/6/2026).
Baca Juga:Warga Keluhkan Truk Tronton Penuhi Jalan Raya Klapanunggal Bogor, Macet hingga Jalur Cepat RusakPercepatan Sertifikasi Halal Jadi Kunci Meningkatnya Daya Saing Wisata Ramah Muslim Indonesia
Selain persoalan identitas dan markas, Balad Galuh juga menyoroti aspek pembinaan pemain lokal. Dian meminta agar jajaran pelatih tetap memberikan kuota khusus bagi talenta-talenta asli Ciamis.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk pembinaan akar rumput (grassroots) yang sangat penting bagi keberlanjutan sepak bola di Kabupaten Ciamis.
“Kami mendukung langkah kerja sama ini, asalkan manajemen tetap mempertahankan identitas sakral klub. Nama PSGC Ciamis tidak boleh berubah, kami harus tetap bermain di Stadion Galuh. Kemudian tim wajib memberdayakan pemain lokal Ciamis demi masa depan sepak bola daerah,” tegasnya.
Di sisi lain, Ghozin mengajak seluruh elemen suporter untuk berpikir realistis dalam memandang kondisi finansial internal klub saat ini. Ia menyadari bahwa atmosfer persaingan di Liga 2 musim 2026/2027 akan terasa sangat berat dan kompetitif, bahkan disebut-sebut menyerupai ketatnya tensi di kasta tertinggi Liga 1 beberapa tahun silam.
Dengan demikian, barisan pendukung menaruh harapan besar agar jalinan kemitraan ini mampu menghadirkan solusi finansial yang nyata guna menyuntik biaya operasional tim.
