JABAR EKSPRES – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyoroti citra Kabupaten Bogor di tengah munculnya isu mengenai Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Ia menegaskan Kabupaten Bogor tidak boleh mendapat cap sebagai daerah yang menjadi tempat berkembangnya LGBT.
Menurut Sastra, seluruh elemen masyarakat perlu bersama-sama menjaga nama baik Kabupaten Bogor agar tidak dipandang negatif oleh pihak luar.
Baca Juga:Milangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Puluhan Agenda, Puncak Perayaan Digelar 24–26 Juli 2026Pemkab Tasikmalaya Ajak Semua Elemen Wujudkan Zero Stunting, Tekankan Pencegahan Agar Tak Ada Kasus Baru
“Kabupaten Bogor jangan sampai dicap oleh pihak luar bahwa Kabupaten Bogor tempatnya LGBT,” ujar Sastra, Sabtu (25/7).
Ia menilai upaya pencegahan perlu dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat. DPRD Kabupaten Bogor, kata dia, mendorong seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati.
“Kita menghimbau untuk mengedukasi masyarakat kita agar lebih hati-hati,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, politikus Partai Gerindra itu juga menyinggung adanya kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan isu LGBT.
Ia meminta kebijakan tersebut dipelajari lebih lanjut dan dijadikan bagian dari upaya menjaga ketertiban serta citra Kabupaten Bogor.
“Kalau tidak salah hari ini Perpres-nya sudah ada, nanti tolong dicek oleh teman-teman,” pungkasnya.
