Warga Keluhkan Truk Tronton Penuhi Jalan Raya Klapanunggal Bogor, Macet hingga Jalur Cepat Rusak

Warga Keluhkan Truk Tronton Penuhi Jalan Raya Klapanunggal Bogor, Macet hingga Jalur Cepat Rusak
Truk besar saat memaksa melintasi jalan raya Klapanunggal yang sempit dan memicu kemacetan pada Minggu (28/6/26) malam. FOTO: Dzihar/Jabar Ekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aktivitas truk-truk tronton bermuatan batu dan lainnya yang melintasi Jalan Raya Klapanunggal, tepatnya di ruas Desa Kembang Kuning hingga Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, terus menuai keluhan warga.

Salah seorang warga, Ridwan (31), mengatakan intensitas truk-truk bermuatan batu belakangan semakin meningkat.

Kata dia, kendaraan tersebut kerap melintas pada jam-jam sibuk ketika aktivitas masyarakat sedang padat.

Baca Juga:Percepatan Sertifikasi Halal Jadi Kunci Meningkatnya Daya Saing Wisata Ramah Muslim IndonesiaJelang Berlaku Juli 2026, Banyak UMKM Masih Bingung Skema Pajak Marketplace

“Ya, akhir-akhir ini sih emang ada truk-truk tambang, truk ijo yang muatan batu kapur hingga truk bos juga, Emang akhir-akhir ini mereka nggak tau waktu, kadang ngelintas di jam-jam kerja,” ujar Ridwan saat ditemui Jabar Ekspres, Senin (29/6/26).

Katanya, truk-truk tersebut melintas sejak pagi, siang hinga malam, kondisi itu membuat arus lalu lintas sering tersendat karena jalan yang dilalui relatif sempit.

“Udah banyak lah melintas pagi, siang, malam. Kalau pagi sama siang kan banyak aktivitas warga. Jadi emang terhambat lah. Udah kan emangnya jalan sempit, truk tambang gede,” terangnya.

Menurutnya, kemacetan semakin parah ketika dua truk besar berpapasan di ruas jalan tersebut.

Tak hanya macet, Ridwan mengaku pemotor harus lebih waspada saat melintas karena truk-truk tersebut berukuran besar dan menyulitkan pengendara untuk mendahului.

“Iya pastinya itu mah, harus hati-hati. Kita harus standby di belakang terus lah, ngeri juga. Mau nyalip pun takut sama truk gede,” ucapnya.

Ia menduga kendaraan yang melintas merupakan truk pengangkut material tambang karena membawa muatan batu.

Baca Juga:Pesta Patok Meriahkan HUT Tasikmalaya dan Bhayangkara, Bukan Sekedar Kontes Kecantikan Hewan Ternak3 Bangunan Ruko Terbakar di Ciomas Bogor, Kerugian Ditaksir Capai 700 Juta

Ridwan berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dengan melarang truk tambang melintasi Jalan Raya Klapanunggal.

Kata dia, jalur khusus angkutan tambang di kawasan Klapanunggal sudah tersedia sehingga truk tidak seharusnya menggunakan jalan yang dipakai masyarakat.

Terakhir, ia juga menyoroti dampak lain yang dirasakan warga akibat lalu lalang truk bertonase besar.

“Kalau sebagai warga mah keganggu lah. Debu juga, jalanan juga kan namanya truk tambang gitu muatan, berat lah. Pasti cepat rusak jalan-jalan tuh,” pungkasnya.

Reporter: Dzihar

0 Komentar