JABAR EKSPRES – Polemik dugaan penerimaan dana oleh tujuh mahasiswa, termasuk pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK), pascaaksi demonstrasi (15/6/26) lalu, memicu perhatian dan respons dari berbagai kalangan mahasiswa.
Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi, menegaskan bahwa jika dugaan tersebut terbukti benar, maka hal itu berpotensi merusak marwah gerakan mahasiswa sebagai penyambung aspirasi masyarakat.
Kata dia, gerakan mahasiswa lahir dari keresahan publik dan dijalankan berdasarkan nilai-nilai idealisme, sehingga tidak semestinya dipengaruhi kepentingan pragmatis maupun transaksi tertentu.
Baca Juga:Pria Lansia di Gunung Putri Bogor Ditemukan Tewas, Diduga Tak Kuat Kehilangan IstriPemkab Bogor Cek 81 Kendaraan Dinas, Lelang Jadi Opsi untuk Unit Tak Layak
“Berdasarkan fenomena yang terjadi, adanya praktik suap terhadap gerakan mahasiswa tentu sangat mencederai kemurnian gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa pada hakikatnya lahir dari kegelisahan rakyat dan dijalankan atas dasar idealisme, bukan kepentingan pragmatis maupun transaksional,” kata Abdan, Rabu (24/6/26).
Ia berpandangan bahwa kasus ini berisiko mencoreng kredibilitas gerakan mahasiswa di mata masyarakat.
Jadinya, publik dapat mempertanyakan apakah tuntutan yang disampaikan mahasiswa murni berasal dari aspirasi rakyat atau dipengaruhi kepentingan lain.
“Praktik semacam ini berpotensi mengontaminasi kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa, sehingga masyarakat dapat mempertanyakan independensi gerakan dan meragukan apakah aspirasi yang disampaikan benar-benar mewakili kepentingan rakyat atau justru telah dikondisikan oleh kepentingan tertentu,” jelasnya.
Kendati begitu, BEM KM IPB menegaskan bahwa polemik yang muncul tidaj seharusnya digunakan untuk menggeneralisasi seluruh gerakan mahasiswa.
Abdan menekankan bahwa setiap dugaan harus dibuktikan melalui proses yang objektif, transparan, dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Di sisi lain, kami juga mendorong agar proses hukum dan pembuktian terhadap kasus ini dilakukan secara objektif, transparan, dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, sehinga tidak menimbulkan generalisasi yang merugikan gerakan mahasiswa secara keseluruhan,” kata dia.
Baca Juga:Skinmology Usung Standar Eropa, Tawarkan Solusi Perawatan Kulit untuk Iklim TropisPGN Siap Datangkan Pasokan Gas Bumi dari Lapangan Sengeti, Ubah Stranded Gas Jadi Energi Berkelanjutan
“Kejadian ini juga harus menjadi refleksi bersama bahwa perjuangan mahasiswa sejatinya tidak selalu berada di ruang yang nyaman. Perjuangan sering kali hadir dalam kesunyian, keterbatasan, bahkan penuh risiko. Karena itu, hanya mereka yang benar-benar berlandaskan idealisme yang akan tetap bertahan,” jelasnya.
