JABAR EKSPRES – Ribuan petugas sensus mulai diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk mendata kondisi dan perkembangan usaha melalui Sensus Ekonomi 2026.
Data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Kepala BPS Kabupaten Bandung Barat, Yudiharto Trisnadi menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Baca Juga:Gagal Live Tawuran di Medsos, 3 Remaja Ditangkap Polisi di Parung BogorSuku Bunga Tinggi Gerus Minat Investasi Emas, Harga Acuan Ekspor Terkoreksi
“Setelah pencanangan yang dilakukan Bupati Bandung Barat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bandung Barat resmi dimulai. Seluruh petugas kini mulai melakukan pendataan di lapangan,” kata Yudiharto, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, sebanyak 1.531 petugas yang terdiri dari mitra statistik dan pegawai organik BPS diterjunkan untuk melaksanakan sensus di seluruh wilayah Bandung Barat.
“Mereka akan melakukan pendataan di 16 kecamatan dan 165 desa untuk memastikan seluruh aktivitas usaha dapat terdata dengan baik,” ujarnya.
Yudiharto mengatakan, jumlah unit usaha yang menjadi sasaran sensus diperkirakan mencapai 161.078 unit. Angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah setelah proses pendataan selesai.
“Dari estimasi itu, sekitar 285 merupakan usaha besar dengan omzet di atas Rp50 miliar per tahun. Selebihnya didominasi usaha menengah, kecil, dan mikro yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” katanya.
Ia menambahkan, sektor perdagangan masih menjadi jenis usaha yang paling banyak berkembang di Kabupaten Bandung Barat, termasuk di kawasan Lembang yang memiliki aktivitas ekonomi cukup tinggi.
“Sektor perdagangan masih mendominasi struktur usaha di Bandung Barat dan menjadi salah satu penopang utama pergerakan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga:Udang Windu Jadi Penggerak Ekspor Perikanan di Indonesia, Tembus Rp173 Miliar dalam 5 BulanBikin Warga Resah, Pemuda di Parung Bogor Ditangkap Polisi Saat Bawa Celurit Raksasa
Menurut Yudiharto, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan disajikan dalam bentuk data agregat dan tidak akan memuat identitas maupun alamat pelaku usaha.
“Data yang dipublikasikan hanya berupa gambaran umum kondisi usaha berdasarkan sektor ekonomi. Kerahasiaan identitas responden sepenuhnya dijamin dan dilindungi oleh undang-undang,” tegasnya.
Ia menilai data sensus akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan ekonomi ke depan.
“Melalui sensus ini, pemerintah akan memiliki data yang akurat untuk melihat sektor usaha yang potensial dikembangkan sekaligus sektor yang membutuhkan dukungan dan intervensi kebijakan lebih lanjut,” katanya.
