Udang Windu Jadi Penggerak Ekspor Perikanan di Indonesia, Tembus Rp173 Miliar dalam 5 Bulan

Ilustrasi ekspor udang windu. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi ekspor udang windu. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sektor perikanan Kalimantan Timur terus menunjukkan kinerja positif di pasar internasional. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, udang windu menjadi komoditas ekspor utama dengan volume pengiriman mencapai 769,9 ton dan nilai transaksi sebesar Rp173,3 miliar.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Irma Listiawati, mengatakan komoditas tersebut menjadi penopang terbesar ekspor perikanan daerah selama lima bulan pertama tahun ini.

Selain udang windu, sejumlah produk perikanan unggulan lainnya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja ekspor Kaltim. Udang pink tercatat diekspor sebanyak 239,2 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp31,6 miliar.

Baca Juga:Bikin Warga Resah, Pemuda di Parung Bogor Ditangkap Polisi Saat Bawa Celurit RaksasaDiduga Korsleting Listrik, Rumah-Toko Sparepart Motor di Citeureup Bogor Ludes Terbakar

“Total pengiriman komoditas udang pink berhasil mencapai angka 239,2 ton dengan nilai ekonomi menembus Rp31,6 miliar,” sebut Irma.

Sementara itu, ikan kerapu segar membukukan volume ekspor sebesar 89,3 ton dengan nilai Rp7,4 miliar.

“Permintaan yang stabil di pasar internasional terlihat pula pada bawal putih segar dengan catatan volume ekspor 59,7 ton senilai Rp6,7 miliar,” tambahnya. Sedangkan udang putih melengkapi lima besar komoditas ekspor dengan volume 27,7 ton dan nilai Rp4,7 miliar.

Tingginya permintaan dari pasar internasional menunjukkan daya saing produk perikanan Kalimantan Timur yang terus meningkat. Produk-produk tersebut secara rutin dipasarkan ke 12 negara tujuan ekspor, termasuk Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, China, dan Malaysia.

“Guna mempercepat jalur distribusi komoditi segar, terdapat fasilitas penerbangan ekspor langsung dari Balikpapan menuju Wenzhou, China,” ungkapnya.

Pengiriman direct call ini memanfaatkan armada pesawat Cargo Rimbun yang beroperasi rutin dua kali dalam seminggu.

“Pengiriman kargo udara cepat ini dikhususkan untuk produk unggulan yang harus dikirim dalam kondisi segar seperti belut, kepiting, dan ikan segar,” ujar Irma.

0 Komentar