Pekerja Muda di Banjar Tewas Tersangkut Mesin di Pabrik APL

Ilustrasi kecelakaan kerja
Ilustrasi kecelakaan kerja
0 Komentar

JABAR EKSPRES, BANJAR – Kecelakaan kerja fatal terjadi di area produksi PT Albasi Priangan Lestari (APL) di Kota Banjar. Seorang pekerja muda bernama Nanda Kiki (18) meninggal dunia setelah bagian tubuhnya tersangkut ke dalam mesin yang sedang dibersihkan.

Korban diketahui merupakan warga Dusun Cilulu, RT 03 RW 13, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Ia bekerja di bagian conveyor di bawah koordinasi PT APL.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat kejadian, korban tengah melakukan pembersihan dan servis mesin glue bersama seorang rekannya. Mesin glue merupakan peralatan yang digunakan dalam proses pengeleman pada rangkaian produksi perusahaan.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Siap Bangun 39 TK Negeri, DPRD : Langkah Progresif!Nonton Piala Dunia 2026 Makin Mudah, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Akses 104 Laga hingga Paket Mulai Rp25 Ribu

Koordinator Conveyor PT APL, Jajang Nuryaman, mengaku belum mengetahui secara detail rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan itu. Ia menjelaskan bahwa ketika insiden terjadi, dirinya sedang mengikuti briefing dan berada di lokasi yang berbeda dari area tempat korban bekerja.

“Sekitar jam 8 malam kejadiannya. Saat itu sedang pembersihan mesin atau servis. Saya belum tahu jelas kronologinya karena posisi sedang briefing. Biasanya setelah briefing saya dampingi, tetapi kejadian berlangsung begitu cepat,” ujar Jajang, Minggu (14/6/2026).

Menurut informasi awal yang diterimanya dari pekerja di lapangan, korban diduga mengalami kecelakaan ketika salah satu bagian tubuhnya tersangkut ke dalam mesin yang sedang dibersihkan. Dugaan sementara tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang. “Tangannya ketarik. Terus dadanya kena besi,” kata Jajang menirukan keterangan saksi di lokasi kejadian.

Jajang menuturkan, korban tidak bekerja seorang diri saat melakukan aktivitas pembersihan mesin. Korban sedang bertugas bersama seorang rekan kerja. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh pekerja lain yang berada di sekitar area produksi setelah terdengar teriakan meminta pertolongan.

“Yang mengetahui pertama ada anggota saya juga, rekannya di sana. Mereka sedang cuci mesin berdua. Ada yang teriak lalu pekerja lain melihat kejadian itu,” ungkapnya.

Setelah kecelakaan terjadi, sejumlah pekerja langsung berupaya memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban dari area mesin. Korban kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, akibat luka berat yang dialaminya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

0 Komentar