JABAR EKSPRES – Pembangunan Museum Pajajaran Kota Bogor kembali berlanjut setelah memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp13,5 miliar dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).
Diketahui, Museum Pajajaran sendiri telah dibuka untuk umum sejak 3 Juni 2026. Pengunjung dapat mengunjungi museum setiap Selasa hingga Kamis tanpa dipungut biaya dengan jam operasional yang dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 09.00-12.00 WIB dan 13.00-15.00 WIB.
Museum tersebut memiliki lima ruang pamer yang menampilkan berbagai koleksi dan informasi mengenai sejarah Kerajaan Pakuan Pajajaran maupun kebudayaan Sunda.
Baca Juga:Kasus Kekerasan Anak di Tasikmalaya Masih Tinggi, Mayoritas Pelaku Orang Terdekat KorbanUniversitas Galuh dan UTHM Malaysia Kolaborasi Digitalisasi Folklor Serumpun Berbasis AI
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Firdaus, mengatakan meski telah beroperasi, Museum Pajajaran masih memerlukan sejumlah penyempurnaan agar dapat memenuhi standar museum nasional.
Dukungan anggaran dari Kemenbud itu akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan museum sesuai dua Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun. DED pertama mencakup pembangunan lanjutan museum, seperti menara, pagar, dan fasilitas pendukung lainnya. Sementara DED kedua berfokus pada penataan interior museum.
Seluruh pengerjaan itu akan dilaksanakan sepenuhnya oleh Kemenbud sehingga seluruh prosesnya mengacu pada standar museum nasional.
“Yang Rp13,5 miliar itu bukan kami yang mengerjakan, tapi kementerian yang mengerjakan. Kami (Pemerintah Kota Bogor) hanya menerima manfaat saja,” kata Firdaus saat ditemui di Museum Pajajaran Kota Bogor, Rabu (22/7/2026).
Proses pembangunan lanjutan Museum Pajajaran, kata Firdaus, akan dilakukan secara bertahap.
Pada perubahan anggaran tahun ini, Kemenbud berencana memulai penataan interior. Sementara penyelesaian seluruh pembangunan lanjutan museum ditargetkan rampung pada akhir 2027.
“Kalau yang sekarang (tahun 2026) katanya rencananya penataan interior. Jadi dicicil. Kalau memang anggaran itu sudah terealisasi, mungkin akhir Desember 2027 itu sudah selesai semuanya,” ujarnya.
Baca Juga:Wabup Tasikmalaya: Pemeriksaan BPK Jangan Dipandang untuk Cari-cari KesalahanPGN Area Karawang Edukasi Masyarakat dan Dukung UMKM lewat Pemanfaatan Gas Bumi di Harkopnas
Firdaus menyebut, meski telah dibuka untuk umum, museum tersebut belum memungut biaya masuk karena masih dalam tahap pengembangan. Saat ini, pengelola masih melengkapi koleksi, menata interior, menyempurnakan sistem keamanan, serta melengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk meningkatkan daya tarik museum bagi pengunjung.
Setelah seluruh pembangunan dan penataan rampung pada akhir 2027, Pemerintah Kota Bogor menargetkan mengajukan Museum Pajajaran kepada Kementerian Kebudayaan untuk memperoleh status museum berstandar nasional pada 2028.
