Tinjau Langsung SPMB Sekolah Maung, Legislator Sorot Aplikasi Pendaftaran

Tinjau Langsung SPMB Sekolah Maung, Legislator Sorot Aplikasi Pendaftaran
Orang tua siswa duduk di samping layar informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) di SMAN 5 Bandung, Jumat (29/5). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam proses penerimaan siswa baru di Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang membuka pendaftaran pada 25–29 Mei 2026. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Zaini Shofari turut memonitor jalannya pendaftaran Sekolah Manusia Unggul (Maung). Pihaknya menyoroti kesiapan sistem.

Ia memonitor langsung pendaftaran terakhir yang berjalan di SMAN 3 dan SMAN 5 Kota Bandung. Dua sekolah yang jadi percontohan Sekolah Maung tahun ini.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjelaskan, salah satu yang jadi sorotan adalah soal aplikasi pendaftaran. Menurutnya aplikasi belum sepenuhnya matang, sehingga sempat ada kendala dalam proses pendaftaran.

Baca Juga:Pendaftar Sekolah Maung Membludak, Jalur Rapor Mendominasi! Membludak! Pendaftar Sekolah Maung di SMKN 1 Cimahi Tembus 1.239 Siswa

“Mungkin karena aplikasinya dirancang terburu-buru sehingga tadi disampaikan sempat ada beberapa kendala yang ini mengganggu proses pendaftaran,” katanya, Jumat (29/5).

Zaini melanjutkan, aplikasi memang nyaris jadi langganan sorotan dalam proses SPMB beberapa tahun terakhir. “Beberapa tahun ke belakang, ada kejadian server mati ya beberapa kali. Ini tidak mati tapi aplikasinya yang gangguan,” katanya.

Ada beberapa pihak yang terlibat dalam aplikasi itu. Namun yang utama di Disdik Jawa Barat. “Sistemnya di aplikasinya buatan tim dan Disdik. Kominfo mungkin pada jaringan dan itu tidak ada kendala, hanya aplikasinya,” cetusnya.

Selepas ini Komisi V bakal menindaklanjuti. Salah satunya dengan dialog langsung dengan pihak Disdik. “Nanti kami akan memanggil lagi Disdik untuk menyaksikan langsung yang terjadi di lapangan. Termasuk hasil monitor dari anggota Komisi V lainnya,” katanya.

Di sisi lain, animo masyarakat memang cukup tinggi untuk daftar Sekolah Maung. Misalnya di SMAN 3 dan 5 Kota Bandung. Pendaftar tembus ribuan. (son)

0 Komentar