JABAR EKSPRES – SMAN 5 Kota Bandung menegaskan kesiapannya sebagai sekolah terpilih menjadi Sekolah Manusia Unggul (Maung), yang digagas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Wakasek Bidang Humas SMAN 5 Bandung Dadan Hamdani menjelaskan, pihaknya bakal menjalankan program itu sebagai mana petunjuk dan arahan dari Dinas Pendidikan Jawa Barat. “Kami akan berpegang pada pedoman atau petunjuk pelaksanaan yang ada,” jelasnya kepada Jabar Ekspres, Selasa (19/5/2026).
Dadan melanjutkan, dari sisi guru misalnya, pihak sekolah untuk tahap ini masih akan mengoptimalkan guru yang sudah ada. Tapi akan diupgrade kemampuannya.
Baca Juga:SPMB 2026 Tak Hanya Penerimaan Siswa Baru, Jawa Barat Mulai Jalankan 41 Sekolah MaungKomisi V Dorong Sekolah Maung Tidak Dulu Masif tapi Matangkan Percontohan
“Kami akan memberdayakan guru yang sudah ada. Kalau memang ada yang belum terpenuhi, akan ada rekrutmen dari Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.
Selanjutnya, guru guru yang sudah ada itu bakal ditingkatkan kapasitasnya. Namun sampai saat ini memang belum diputuskan siapa saja guru yang akan mengajar untuk kelas Sekolah Maung tersebut.
“Nanti akan ada musyawarah guru dulu ya. Memutuskan siapa yang akan mengajar kelas X,” sambungnya.
Menurut Dadan, saat ini juga masih ada waktu untuk memilih dan menyiapkan guru-guru tersebut. Mengingat proses pembelajaran baru akan dimulai pada beberapa bulan ke depan. Kini baru mau mulai tahap penerimaan siswa baru yang dijadwalkan pada 25 Mei nanti.
Dadan menambah, di SMAN 5 Bandung nanti seluruh kelas X adalah Sekolah Maung. Artinya memang tidak ada SPMB untuk kelas reguler.
Di sisi lain berdasarkan Petunjuk Teknis Sekolah Maung yang ada, setidaknya ada 3 jalur penerimaan untuk Sekolah Maung, yaitu Jalur Potensi Akademik, Jalur Kompetisi Akademik, dan Jalur Kompetisi Non-Akademik.
Jalur Potensi Akademik itu diantaranya penerimaan siswa berdasarkan hasil tes TPA psikolog, dimana syaratnya adalah IQ minimal 130.
Baca Juga:FKKS: Sekolah Maung Ala KDM Ciptakan Diskriminasi dan Kasta! Masih Dimatangkan, Sekolah Maung Mulai Beroperasi Tahun Ajaran Baru 2026?
Kuotanya, Jalur Potensi Akademik 10 persen, Jalur Kompetisi Akademik 70 persen, dan Jalur Kompetisi Non-Akademik 20 persen.(son)
