Disdagin Sebut Sampah Rumah Tangga Warga Jadi Penyebab Utama Penumpukan di Pasar Baleendah

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah saat ditemui di kantornya, Jumat (5/6/2026). Foto Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung menilai persoalan sampah di Pasar Baleendah tidak hanya berasal dari aktivitas perdagangan, tetapi juga diperparah oleh sampah rumah tangga yang dibuang warga sekitar ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, mengatakan timbulan sampah di Pasar Baleendah selama ini menjadi persoalan serius karena volumenya sangat besar setiap hari.

“Permasalahan besar buat kita karena timbulan sampah yang ada di Pasar Baleendah sangat luar biasa. Sampah itu tidak hanya berasal dari pedagang, tetapi juga yang paling banyak dari sektor warga sekitar pasar,” kata Dicky di kantornya, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga:Rumah Dadan Hindayana di Sentul Ternyata Sudah Disewa Tiga Bulan, Security Sebut Kerap Digunakan untuk RapatRumah Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Digeledah Kejagung, Petugas Bersenjata Laras Panjang Turun ke Sentul

Menurutnya, terdapat sedikitnya enam RW di sekitar Pasar Baleendah yang selama ini turut membuang sampah ke TPS pasar.

Kondisi tersebut membuat kapasitas TPS dan sistem pengelolaan sampah yang tersedia menjadi kewalahan.

Ia menjelaskan, persoalan utama bukan hanya pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga tata kelola sampah dari hulu yang belum berjalan optimal.

“Kalau pembuangan sampah rutin dan volumenya sesuai kebutuhan pengangkutan, sebenarnya tidak akan terjadi penumpukan. Permasalahannya kuota yang tersedia terbatas,” ujarnya.

Selain keterbatasan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti, Dicky menyebut belum adanya pemilahan sampah menjadi penyebab lain yang memperberat penanganan sampah di Pasar Baleendah.

Akibatnya, sampah pasar bercampur dengan sampah rumah tangga dan sampah nonorganik dari luar kawasan pasar sehingga sulit diolah.

“Fungsi TPS pasar sebenarnya untuk menampung sampah dari dalam pasar. Tapi kenyataannya yang dibuang justru lebih banyak dari warga sekitar pasar,” ungkapnya.

Baca Juga:Usai Kepastian Hukum, Farhan Ajak Semua Pihak Fokus Bangun BandungPemotor Tewas Usai Tabrak Truk Mogok di Gunung Putri Bogor

Disdagin bersama pemerintah kecamatan dan unsur lintas sektoral sebelumnya telah berupaya mengurangi ketergantungan warga terhadap TPS Pasar Baleendah.

Bahkan setelah operasi pembersihan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu, pihak pasar diminta tidak lagi menerima sampah dari luar.

Namun di lapangan, kebiasaan warga membuang sampah ke area pasar masih terjadi.

“Siang dijaga, malamnya tetap membuang. Ada yang membawa dengan motor lalu dilempar begitu saja ke area pasar,” kata Dicky.

0 Komentar