Pengembangan Ekosistem Halal Jadi Strategi Baru Pemkab Bandung Barat Dongkrak Ekonomi

Ilustrasi: Sertifikasi halal. Dok AI
Ilustrasi: Sertifikasi halal. Dok AI
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menargetkan pengembangan ekosistem halal tidak hanya berorientasi pada sertifikasi produk, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo, mengatakan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan regulasi, pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.

Baca Juga:SPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!Kekeringan Kian Meluas, Dari Perkampungan hingga Kawasan Perkotaan Tasikmalaya Mulai Krisis Air Bersih

“Regulasi, pendampingan sertifikasi halal, hingga pembentukan satuan tugas lintas instansi kita siapkan untuk mempercepat pembangunan ekosistem halal di daerah,” ujar Duddy saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).

Karena itu, kata Duddy, pemerintah daerah akan mengambil peran aktif agar program pengembangan ekosistem halal dapat berjalan optimal di tingkat daerah.

“Pemkab Bandung Barat akan proaktif mendukung program jaminan produk halal melalui regulasi yang kami keluarkan,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkab Bandung Barat akan memfasilitasi proses sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Langkah tersebut dinilai penting agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Kami ingin semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki sertifikat halal. Karena itu, pendampingan akan terus diperkuat dan didukung dengan pembentukan satuan tugas lintas instansi guna membangun ekosistem halal yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Duddy menilai pembangunan ekosistem halal saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai isu keagamaan. Menurutnya, konsep halal telah berkembang menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air

“Aspek halal bukan hanya soal kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga menjadi simbol kualitas, kebersihan, keamanan, dan daya saing produk. Hal ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Ia menyebut Kabupaten Bandung Barat memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekosistem halal di Jawa Barat.

Potensi tersebut, lanjut dia, didukung oleh banyaknya pelaku UMKM, sektor pertanian dan peternakan yang berkembang, serta destinasi wisata yang menjadi daya tarik daerah.

0 Komentar