Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdagin bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Forkopimcam dan sejumlah instansi terkait terus melakukan pengawasan di kawasan TPS Pasar Baleendah agar tidak ada lagi sampah dari luar pasar yang masuk.
Di sisi lain, Disdagin juga mengembangkan pengolahan sampah mandiri melalui fasilitas biodigester, biogas dan budidaya maggot yang telah dibangun di kawasan pasar.
Menurut Dicky, hasil pengolahan mulai menunjukkan perkembangan positif. Produksi gas dari fasilitas biodigester sudah mulai dihasilkan sebagai tanda proses pengolahan berjalan.
Baca Juga:Rumah Dadan Hindayana di Sentul Ternyata Sudah Disewa Tiga Bulan, Security Sebut Kerap Digunakan untuk RapatRumah Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Digeledah Kejagung, Petugas Bersenjata Laras Panjang Turun ke Sentul
“Alhamdulillah hasilnya sudah mulai terlihat. Kalau pengolahannya tidak berhasil, gasnya tidak akan keluar. Saat saya cek, gasnya sudah keluar. Artinya pengolahan berjalan,” ujarnya.
Meski demikian, kapasitas fasilitas yang ada saat ini masih sangat terbatas. Dari total timbulan sampah pedagang sekitar tujuh ton per hari, fasilitas pengolahan baru mampu menangani sekitar tujuh meter kubik per hari.
Karena itu, Disdagin masih membutuhkan dukungan pengangkutan residu ke TPA Sarimukti secara rutin.
Dicky menegaskan, apabila TPS Pasar Baleendah hanya menerima sampah dari aktivitas perdagangan, maka persoalan sampah sebenarnya dapat lebih mudah dikendalikan.
“Kalau yang dari pedagang sekitar tujuh ton per hari. Kalau kita hanya menangani sampah dari dalam pasar sebenarnya bisa tertangani,” katanya.
Ia menjelaskan, dengan pengangkutan rutin dua kali dalam sepekan dan dukungan pengolahan sampah organik di dalam pasar, residu yang harus dibuang ke TPA masih dapat terakomodasi.
Menurutnya, solusi jangka panjang tetap membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk penyediaan TPS3R di wilayah sekitar pasar agar sampah rumah tangga warga tidak lagi dibuang ke TPS pasar.
Baca Juga:Usai Kepastian Hukum, Farhan Ajak Semua Pihak Fokus Bangun BandungPemotor Tewas Usai Tabrak Truk Mogok di Gunung Putri Bogor
“Harus ada edukasi di tingkat rumah tangga, pemilahan sejak dari hulu, dan TPS3R di tiap wilayah yang bisa menampung sampah warga sekitar. Kalau itu belum ada, persoalan ini akan terus berulang,” pungkasnya.
