JABAR EKSPRES – Pemerintah terus mematangkan proses penataan layanan transportasi antarkota di Kota Bandung. Seluruh armada bus yang saat ini masih beroperasi di kawasan Terminal Cicaheum diwajibkan untuk berpindah lokasi operasional paling lambat pada 25 Juni 2026 sebagai bagian dari penyesuaian sistem pelayanan angkutan umum.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan kebijakan tersebut mencakup seluruh layanan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP) yang selama ini beraktivitas di Terminal Cicaheum.
Menurutnya, proses pemindahan dilakukan secara bertahap untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas penumpang.
Baca Juga:Pedagang Terdampak Penutupan Terminal Cicaheum Akan Dapat Kompensasi, Farhan: Sedang DimatangkanMasa Penyesuaian, Sejumlah Bus Masih Layani Penumpang di Terminal Cicaheum
Pemerintah bersama pihak terkait juga telah melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada para operator angkutan guna mendukung kelancaran implementasi kebijakan tersebut.
Selain armada bus berukuran besar, kendaraan angkutan penumpang lintas provinsi jenis Elf juga akan dialihkan operasionalnya ke Terminal Leuwipanjang.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penataan terminal dan pengintegrasian layanan transportasi antarkota di Kota Bandung.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyampaikan sosialisasi kepada para operator angkutan terkait perubahan lokasi pelayanan terminal. Seluruh armada yang masih beroperasi di Cicaheum diharapkan sudah menyesuaikan sebelum batas waktu yang ditentukan,” ujar Rasdian, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, perubahan yang dilakukan hanya menyangkut lokasi keberangkatan dan kedatangan penumpang. Adapun rute atau trayek perjalanan yang selama ini dilayani tetap dipertahankan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya perubahan jalur perjalanan secara signifikan.
Dengan tetap beroperasinya trayek yang sama, penumpang diharapkan dapat beradaptasi lebih mudah terhadap kebijakan relokasi terminal. Pemerintah juga menilai langkah tersebut penting untuk menghindari kebingungan masyarakat selama masa transisi berlangsung.
Rasdian menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap proses perpindahan operasional hingga seluruh operator angkutan menyelesaikan penyesuaian sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Baca Juga:Bus AKAP Resmi Pindah ke Terminal Leuwipanjang, 80 Persen PO Mulai Beroperasi Nasib Pencari Rezeki di Terminal Cicaheum, Antara Kekhawatiran dan Harapan di Tengah Rencana Penutupan
Evaluasi berkala juga akan dilakukan guna memastikan pelayanan transportasi tetap berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan baik.
Relokasi layanan angkutan dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan transportasi antarkota di Bandung sekaligus mendukung penataan sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan tertib.
