JABAR EKSPRES – Pemindahan operasional bus dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang resmi diberlakukan mulai 25 Mei 2026.
Meski demikian, sejumlah bus masih terlihat menaikkan penumpang di Terminal Cicaheum selama masa penyesuaian dan sosialisasi berlangsung.
Sesuai ketentuan, seluruh Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dialihkan operasionalnya ke Terminal Leuwipanjang sejak Senin (25/5/2026).
Baca Juga:Tradisi Kurban Presiden Prabowo untuk Warga Babakan Madang, 108 Hewan Disalurkan Jelang Iduladha 1447 HJateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025
Namun, pada Selasa (26/5/2026), masih ada beberapa armada yang terlihat singgah di Terminal Cicaheum.
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriyadi, menjelaskan bahwa perpindahan tersebut mengacu pada surat edaran yang telah disampaikan sebelumnya.
“Itu untuk seluruh armada bus yang ada di Terminal Cicaheum, baik AKAP maupun AKDP,” katanya kepada Jabar Ekspres, Selasa (26/5).
Meski begitu, Asep mengakui masih ada beberapa bus yang beroperasi di Terminal Cicaheum sebagai bagian dari tahap penyesuaian.
“Emang ada yang datang ke sini itu sekedar menaikkan penumpang yang belum tahu pemindahannya ke Terminal Leuwipanjang,” cetusnya.
Ia menegaskan, pihak terminal terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait perpindahan tersebut. Informasi disampaikan melalui pengeras suara hingga media sosial.
“Kami terus memberikan imbauan melalui pengeras suara, termasuk lewat media sosial,” jelasnya.
Baca Juga:Pria di Tajurhalang Bogor Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Terlilit UtangSapi Simental 1 Ton Bantuan Presiden Prabowo Siap Dikurbankan di Bogor
Selain kepada penumpang, pihak terminal juga mulai menyosialisasikan relokasi kepada para pedagang di Terminal Cicaheum. Mereka diminta untuk ikut berpindah ke Terminal Leuwipanjang.
Setelah seluruh pedagang dan armada bus AKAP maupun AKDP berpindah, Terminal Cicaheum rencananya akan ditutup untuk mendukung pengerjaan proyek depo BRT.
Sementara itu, proses perpindahan armada ke Terminal Leuwipanjang hingga Selasa (26/5/2026) disebut masih belum mencapai 100 persen karena sejumlah perusahaan otobus (PO) masih melakukan penyesuaian operasional.(son)
