JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung terus mencari berbagai terobosan untuk mencapai target penciptaan 10 ribu lapangan kerja baru setiap tahun.
Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah membuka lebih banyak peluang kerja ke Jepang melalui kerja sama dengan Japan Platform for Migrant Workers toward Responsible and Inclusive Society (JP-MIRAI).
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemkab Bandung dan JP-MIRAI di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Rabu (3/6).
Baca Juga:Dorong Perencanaan Keuangan, FWD Rilis Income Prosperity di BandungKasus Dugaan Korupsi di Pemkot Bandung Jadi Sorotan, Kajati Jabar: Kalau Bisa Naik!
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, Dadang Komara, mengatakan kerja sama itu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat, khususnya usia produktif yang jumlahnya mendominasi penduduk Kabupaten Bandung.
Menurutnya, Jepang menjadi salah satu negara tujuan yang potensial karena kebutuhan tenaga kerjanya cukup tinggi dan sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia asal Kabupaten Bandung.
“Jepang merupakan salah satu negara tujuan strategis. Di satu sisi mereka membutuhkan tenaga kerja, di sisi lain masyarakat Kabupaten Bandung membutuhkan akses terhadap peluang kerja yang legal, aman, dan memberikan peningkatan kompetensi,” ujar Dadang Komara, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Bandung memiliki sekitar 3,8 juta penduduk dengan mayoritas berada pada usia produktif. Kondisi tersebut membuat perluasan kesempatan kerja menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Bandung telah mengembangkan berbagai program pelatihan, termasuk pelatihan bahasa Jepang bagi calon pekerja migran.
Program tersebut menjadi salah satu jalur yang disiapkan agar tenaga kerja asal Kabupaten Bandung memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang.
Data Disnaker Kabupaten Bandung menunjukkan, sebanyak 161 peserta pelatihan berhasil bekerja di Jepang sepanjang 2025 dari total 530 peserta yang mengikuti program pelatihan bahasa Jepang.
Baca Juga:Viral Aksi Pengeroyokan oleh Sekelompok Orang di Pasir Impun Bandung, Polisi Lakukan Proses Penyelidikan Sepanjang Bulan Mei, 5 Kasus Curanmor Berhasil Diungkap Polrestabes Bandung
Sementara secara kumulatif sejak 2021 hingga 2025, sebanyak 418 warga Kabupaten Bandung telah diberangkatkan bekerja ke Jepang dari total 840 peserta pelatihan.
Salah satu poin penting dalam kerja sama ini adalah penerapan prinsip Fair and Ethical Recruitment Initiative (FERI), yakni sistem rekrutmen yang menempatkan biaya penempatan sebagai tanggung jawab pemberi kerja, bukan calon pekerja migran.
