Target 10 Ribu Lapangan Kerja, Pemkab Bandung Perluas Penempatan Tenaga Kerja ke Jepang

Ilustrasi ratusan calon pelamar pekerjaan mengantre dalam kegiatan Bursa Kerja. (Pandu Muslim)
Ilustrasi ratusan calon pelamar pekerjaan mengantre dalam kegiatan Bursa Kerja. (Pandu Muslim)
0 Komentar

“Kami ingin memastikan masyarakat Kabupaten Bandung berangkat melalui jalur yang benar, mendapatkan pelatihan yang memadai, serta memperoleh perlindungan hak-haknya selama bekerja di luar negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan kerja sama dengan JP-MIRAI diharapkan dapat memperluas kuota penempatan tenaga kerja asal Kabupaten Bandung ke Jepang pada tahun-tahun mendatang.

“JP-MIRAI sudah cukup lama bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung. Tahun lalu kami juga melakukan kunjungan kerja ke Jepang untuk melihat langsung para pekerja asal Kabupaten Bandung dan alhamdulillah mereka berhasil bekerja dengan baik di sana,” kata Dadang, Rabu (2/6/2026).

Baca Juga:Dorong Perencanaan Keuangan, FWD Rilis Income Prosperity di BandungKasus Dugaan Korupsi di Pemkot Bandung Jadi Sorotan, Kajati Jabar: Kalau Bisa Naik!

Menurutnya, peluang tersebut semakin menarik karena menggunakan skema rekrutmen yang tidak membebani calon pekerja.

“Prinsipnya kami sangat berterima kasih, apalagi skema yang ditawarkan ini tanpa biaya bagi calon pekerja. Ini tentu menjadi peluang yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Dadang menambahkan, apabila kebutuhan tenaga kerja dari Jepang terus meningkat, Pemkab Bandung siap menyesuaikan program pelatihan dan memperluas kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Melalui penguatan kerja sama dengan JP-MIRAI, Pemkab Bandung berharap peluang kerja internasional bagi masyarakat semakin terbuka, sekaligus mendukung pencapaian target 10 ribu lapangan kerja baru setiap tahun yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

0 Komentar