DPRD Jabar Soroti Nasib Alumni Pelatihan Barista, Minta Tak Berhenti di Sertifikat

DPRD Jabar Soroti Nasib Alumni Pelatihan Barista, Minta Tak Berhenti di Sertifikat
DPRD Jabar Soroti Nasib Alumni Pelatihan Barista, Minta Tak Berhenti di Sertifikat
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang, menyoroti pentingnya dukungan lanjutan bagi peserta pelatihan barista yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi.

Menurutnya, program pelatihan kerja tidak cukup hanya memberikan keterampilan dan sertifikat, tetapi juga harus diikuti akses permodalan serta pendampingan usaha agar para alumni benar-benar mampu mandiri.

Hal itu disampaikan Rafael saat meninjau Pelatihan Kerja Mandiri melalui Mobile Training Unit (MTU) kejuruan barista Angkatan V Tahun 2026 di Villa Neglasari, Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga:Remaja 18 Tahun Curi Kabel di Ciseeng Bogor, Sempat Dihajar Massa Sebelum DimediasiDidatangkan dari Bima NTB, Sapi Kurban di Cibinong Bogor Dibanderol Rp15 Juta hingga Rp45 Juta

Pelatihan yang berlangsung pada 18 hingga 23 Mei 2026 tersebut diikuti peserta yang dibekali keterampilan di bidang kopi dan kuliner.

Program ini menjadi bagian dari upaya Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran.

Rafael menilai sektor kopi masih memiliki peluang usaha yang besar, seiring pertumbuhan kedai kopi dan kafe yang terus meningkat di berbagai daerah, termasuk Kota Cimahi dan wilayah Jawa Barat.

“Harapannya peserta pelatihan punya skill dan setelah selesai mereka bisa mandiri, punya usaha sendiri, serta mampu meningkatkan taraf hidupnya,” kata Rafael saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menegaskan, dukungan terhadap peserta tidak boleh berhenti setelah pelatihan selesai.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu melibatkan dunia usaha hingga sektor perbankan agar para alumni mendapat akses permodalan untuk mengembangkan usahanya.

“Kita berharap ada dukungan lanjutan, termasuk dari pihak perbankan seperti Bank Jabar, supaya usaha-usaha kecil hasil pelatihan ini bisa berkembang. Jangan hanya usaha besar saja yang diperhatikan, usaha kecil juga harus didorong,” ujarnya.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Resmi Luncurkan KURDA Nol Persen, Solusi Modal Usaha Tanpa BungaAnaknya Mau Masuk SD, Puluhan Orang Tua Murid TK Mutiara Bunda Belajar Parenting

Selain itu, Rafael juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar para peserta mampu bersaing dan mempertahankan usahanya di tengah ketatnya industri kopi saat ini.

Ia menyebut program MTU Disnaker Kota Cimahi selama ini telah diarahkan pada pelatihan berbasis kompetensi dan praktik langsung, sehingga memiliki potensi besar untuk membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas lapangan kerja masyarakat.

“Yang penting mereka punya bekal skill dulu. Setelah itu harus dibantu supaya punya daya saing dan bisa bertahan menjalankan usaha,” pungkasnya. (Mong)

0 Komentar