JABAR EKSPRES – Seniman bernama Ridwan Solehhudin atau yang akrab disapa Iwonk, menghadirkan karya patung bertema sejarah Persib Bandung di Studio Perahu Terbang, kawasan Ciganitri, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (20/5/2026).
Melalui karya tersebut, Iwonk mencoba mengabadikan perjalanan panjang Persib lewat figur-figur yang dianggap memiliki kontribusi besar dalam sejarah klub berjuluk Maung Bandung itu.
Sosok yang dihadirkan antara lain pelatih Persib saat ini Bojan Hodak, legenda Persib Djadjang Nurdjaman, pelatih legendaris Indra Tohir, hingga Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Haji Umuh Muchtar.
Baca Juga:Sokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi NasionalDua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat Kabur
“Di benak saya, ada keinginan memberikan sesuatu untuk Persib melalui karya patung. Ini bukan hanya tentang Bojan, tetapi sedang merayakan seseorang yang mengisi sejarah,” ujar Iwonk saat ditemui di studionya.
Menurutnya, karya tersebut bukan sekadar instalasi seni biasa, melainkan bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang telah menjadi bagian penting perjalanan Persib dari masa ke masa.
“Kita ingin membuat sebuah artefak yang mungkin bisa menjadi monumen atau museum khas, apalagi untuk Kota Bandung yang dikenal sebagai kota seni,” katanya.
Dalam karya itu, figur Bojan Hodak dibuat dengan tinggi mencapai 2,17 meter. Iwonk menilai Bojan layak diabadikan karena menjadi pelatih asing pertama yang sukses membawa Persib juara Liga 1 musim 2022/2023 dan kembali mempertahankan gelar pada musim 2023/2024.
Bahkan, Bojan berpeluang mencatat sejarah baru apabila mampu membawa Persib meraih hattrick juara pada musim 2025/2026.
Selain Bojan, terdapat patung Djadjang Nurdjaman setinggi 1,89 meter yang dikenal sebagai mantan pemain sekaligus pelatih Persib saat membawa juara Indonesia Super League musim 2014.
Kemudian ada Indra Tohir setinggi 1,90 meter yang menjadi pelatih Persib saat meraih gelar Liga Indonesia pertama musim 1994/1995.
Baca Juga:Soal Ulat di Menu MBG, Komisi IV DPRD Tasikmalaya: Mengecewakan! Makan Bergizi Tapi Tidak HigienisPermudah Akses Masyarakat, Pemkab Tasikmalaya Wujudkan Transformasi Digital
Sementara sosok Haji Umuh Muchtar juga dihadirkan sebagai representasi loyalitas dan perjuangan dari sisi manajemen.
“Memang beliau bukan pemain atau pelatih, tetapi loyalitas dan totalitasnya untuk Persib sangat besar. Dulu Persib memiliki keterbatasan anggaran, tetapi beliau terus membantu sampai sekarang,” ungkap Iwonk.
Ia menegaskan, empat figur tersebut bukan satu-satunya tokoh penting dalam sejarah Persib. Menurutnya, karya itu justru dibuat untuk memancing diskusi lebih luas mengenai histori Persib.
