“Ini bukan berarti hanya empat tokoh ini yang menjadi history maker. Ini lebih sebagai pemicu agar figur-figur lain juga bisa dibuat ke depannya,” katanya.
Seluruh patung dibuat menggunakan material resin yang dicat menyerupai bronze atau perunggu. Efek warna biru kehijauan sengaja dihadirkan untuk memberikan kesan seperti monumen tua berbahan logam.
“Kalau menggunakan perunggu tentu biayanya jauh lebih tinggi. Karena keterbatasan biaya, saya mencoba mengkamuflasekan material resin dengan cat agar terlihat seperti bronze atau perunggu,” jelasnya.
Baca Juga:Sokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi NasionalDua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat Kabur
Iwonk mengaku seluruh biaya produksi ditanggung secara pribadi tanpa bantuan donatur. Total biaya yang dikeluarkan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
“Untuk biaya, tidak ada donatur. Semua dari saya sendiri. Kalau ditotal mungkin sudah puluhan juta rupiah,” ujarnya.
Kedekatan Iwonk dengan Persib dan sepak bola ternyata sudah dimulai sejak kecil. Sebelum menjadi seniman, ia sempat bercita-cita menjadi pesepak bola dan pernah menimba ilmu di SSB UNI saat masih SMP.
Namun cedera membuat jalannya berubah ke dunia seni rupa. Ia kemudian menempuh pendidikan di SMK 14 Bandung atau eks SMSR dan melanjutkan ke ISBI Bandung.
“Dulu saya lebih sering main bola dibanding belajar. Karena cedera, akhirnya saya masuk ke dunia seni rupa. Walaupun sekarang bukan pemain bola, saya merasa menjadi ‘pemain patung’,” katanya.
Kariernya sebagai pematung mulai serius digeluti saat pandemi Covid-19. Ia belajar mematung bersama dosen ITB, Asmudjo, hingga akhirnya terus berkarya sampai sekarang.
Iwonk berharap ke depan Kota Bandung benar-benar memiliki Museum Persib yang dapat menjadi ruang untuk menyimpan karya-karya seni bertema sejarah klub.
Baca Juga:Soal Ulat di Menu MBG, Komisi IV DPRD Tasikmalaya: Mengecewakan! Makan Bergizi Tapi Tidak HigienisPermudah Akses Masyarakat, Pemkab Tasikmalaya Wujudkan Transformasi Digital
“Katanya ke depan akan ada Museum Persib. Saya berharap museum itu bisa diisi banyak karya, bukan hanya patung, tetapi juga lukisan, drawing, foto, video, dan sebagainya,” pungkasnya.
