JABAR EKSPRES – Kirab Budaya Napak Tilas Padjajaran Binokasih Mulang Salaka telah selesai diselenggarakan, mahkota sudah dikembalikan. Prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun Sumedang pada Senin (18/5/2026).
Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi didampingi Wakil Gubernur Erwan Setiawan, Sekda Jabar Herman Suryatman, Bupati Sumedang dan sejumlah pejabat Provinsi Jabar serta Kabupaten Sumedang.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, Kirab Mahkota Binokasih menghadirkan banyak pelajaran penting bagi pembangunan daerah, terutama dalam penguatan budaya dan dampak ekonomi masyarakat.
Baca Juga:Jateng Dinilai Paling Siap dalam Mendukung Program 3 Juta RumahDigitalisasi Arsip Jadi Tantangan Serius, FISIP Unpas Siapkan Mahasiswa Hadapi Era AI dan Paperless
Menurutnya, dari Kirab Tatar Sunda ini banyak hal yang ditemukan dan tak sedikit yang harus dikerjakan, contohnya dari sisi ekonomi, kegiatan ini dianggap bisa memberikan implikasi yang cukup kuat.
“Kita lihat hotel-hotel penuh, kunjungan masyarakat ke berbagai daerah meningkat, dan beberapa wilayah mulai tampak lebih bersih. Ini spirit yang harus terus dibangun,” kata Dedi atau akrab disapa KDM di lokasi.
Diketahui, Mahkota Binokasih Mulang Salaka merupakan pusaka bersejarah Kerajaan Sunda Pajajaran yang melambangkan kejayaan, kedaulatan, dan legitimasi kekuasaan.
Mahkota yang dibuat dari emas pada masa Prabu Bunisora tahun 1371 tersebut, kini menjadi warisan berharga Kerajaan Sumedang Larang.
Dalam pelaksanaan Kirab Budaya Sunda, Mahkota Binokasih diarak dengan menggunakan kereta kencana dari titik awal yakni Museum Geusan Ulun Sumedang pada Sabtu (2/5/2026) lalu.
Kegiatan pawai Mahkota Binokasih sudah sering dilakukan di Sumedang dengan menggunakan mobil Jeep, namun 2026 ini mahkota diarak dalam prosesi kebudayaan.
Dari Sumedang, Napak Tilas Padjadjaran yang mengarak Mahkota Binokasih bergerak menuju Kawali, Ciamis, pada hari Minggu (3/5/2026). Selanjutnya, pada Senin (4/5/2026) malam berlanjut menuju ke Kampung Naga di Tasikmalaya.
Baca Juga:Bandoeng 10K Jadi Motor Sport Tourism, Farhan Sebut Bagian Strategi Pembangunan Kota BandungPemkab Tasikmalaya Jajaki Kerjasama Pembangunan Dua Rumah Sakit
Kemudian diarak menuju ke Cianjur pada Selasa (4/5/2026) dan Bogor pada Rabu (5/5/2026). Napak tilas berlanjut ke Karawang pada Jumat (7/5/2026) lalu Depok pada Sabtu (8/5/2026) dan Minggu (9/5/2026) di Kabupaten Cirebon.
Puncak Napak Tilas Padjadjaran kemudian berlangsung di Kota Bandung dalam kegiatan kirab budaya kesenian kabupaten dan kota se-Jabar pada Sabtu 16 Mei 2026 kemarin.
