JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut merespon terkait penebangan pohon samping Padel Cihapit. Ia mendorong agar Wali Kota beri sanksi tegas ke birokrasi internal.
Dedi Mulyadi menuturkan, persoalan penebangan sekitar 10 pohon itu perlu dilanjutkan. Artinya diproses sebagaimana mekanisme yang ada.
“Kalau persoalan penebangannya, sesuai prosedur hukum silakan lanjutkan,” cetusnya, Senin (3/8/2026).
Dedi melanjutkan, selain soal penindakan hukumnya hal yang tak kalah penting adalah evaluasi internal. “Ke internal birokrasi segera diberikan sanksi,” katanya.
Baca Juga:Satpol PP Bandung Panggil Pengelola Lapang Padel Buntut Dugaan Tebang Pohon Ilegal, Terancam Sanksi Perda! Usai Diamuk Wali Kota Farhan, Pengelola Harian Padel Six Nine Buka Suara
Menurut Dedi Mulyadi peristiwa itu ada indikasi kelalaian. “Lurahnya kasih sanksi, camatnya kasih sanksi, Kepala Dinas Lingkungan Hidupnya kasih sanksi. Artinya, itu ada kelalaian atau ada pembiaran. Masa orang nebang 10 pohon enggak ketahuan?” singgungnya.
Dedi menuturkan, peristiwa seperti itu mestinya gampang diketahui. Karena banyak pihak yang bisa memonitor.
“Ada petugas di situ, ada tukang sapu, ada pengawas, ada Satpol PP lewat tiap hari, ada pegawai Dinas Perhubungan, ada lurah, ada camat, ada RT, ada RW. Berikan sanksi kepada internal secara tegas, agar para pegawai Kota Bandung itu tumbuh menjadi pegawai yang mencintai kotanya,” cetusnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram saat meninjau lokasi penebangan sejumlah pohon di pinggir jalan, tepat di samping Lapangan Padel Cihapit, Jumat (31/7/2026).
Farhan mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat penebangan sekitar 10 pohon. Area tersebut kini telah dipasangi garis pembatas untuk kepentingan penyelidikan.
Saat berada di lokasi, Farhan mendengar suara tawa dari arah bangunan yang digunakan sebagai lapangan padel. Hal itu memicu kemarahannya.
“Jangan ketawa lo. Gua serius. Gua segel ini tempat. Begitu terbukti bayar orang buat tebang pohon, gua segel,” teriaknya. (son)
