Investor Global Apresiasi Reformasi Pasar Modal Indonesia, OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas

Investor Global Apresiasi Reformasi Pasar Modal Indonesia, OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas
lustrasi investor global apresiasi pasar modal Indonesia. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa lebih dari 100 investor internasional memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah reformasi yang tengah dijalankan untuk memperkuat integritas pasar modal nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pertemuan dengan para investor tersebut menjadi momentum penting untuk menyerap masukan sekaligus menunjukkan komitmen regulator dalam menciptakan pasar modal yang lebih transparan, kredibel, dan berdaya saing.

Baca Juga:734 Ribu Wisatawan China Berlibur di Indonesia, Peluang Tingkatkan Sektor PariwisataTekan Kemiskinan 10,15 Persen, Pemkab Tasikmalaya Andalkan Perbaikan Infrastruktur hingga Peluang Kerja

Menurut Friderica, mayoritas investor menyambut positif berbagai inisiatif reformasi yang telah diluncurkan. Namun, mereka juga menekankan pentingnya konsistensi dalam implementasi kebijakan agar mampu meningkatkan kepercayaan pasar dalam jangka panjang.

“Kami juga baru bertemu dengan lebih dari 100 investor global di luar (negeri) kemarin. Dan kami mendengarkan berbagai masukan yang sangat baik dan secara umum mereka juga mengapresiasi atas seluruh inisiatif yang kita lakukan, dan yang ditunggu adalah konsistensinya,” ungkap Friderica dikutip dari ANTARA, Selasa (4/8).

Kepada para investor global, Frederica menyampaikan bahwa OJK dan Self-Regulatory Organizations (SRO) memastikan komitmennya untuk terus melanjutkan implementasi program-progam dalam Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia secara konsisten dan terukur.

“Jadi kami menyampaikan bahwa kami berkomitmen untuk terus konsisten melakukan reformasi integritas di pasar modal, dan terutama dari sisi enforcementnya,” ujarnya.

OJK menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah peningkatan batas minimum saham yang beredar di publik (free float) secara bertahap hingga mencapai 15 persen guna meningkatkan likuiditas pasar.

Selain itu, OJK akan memperluas keterbukaan informasi kepemilikan saham, termasuk data kepemilikan di atas satu persen serta pemantauan terhadap High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas perdagangan.

Reformasi juga mencakup penyediaan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) untuk meningkatkan transparansi identitas pemilik manfaat akhir emiten. Di sisi lain, klasifikasi tipe investor akan diperluas menjadi 39 kategori sehingga analisis aktivitas pasar dapat dilakukan secara lebih rinci.

Baca Juga:2 Hari Berturut-turut Kebakaran Lahan di Tasikmalaya, Kemarau Panjang Tingkatkan Ancaman BencanaPendidikan Kewirausahaan Dinilai Jadi Bekal Penting Cetak Pengusaha Muda Indonesia

Langkah penting lainnya adalah rencana demutualisasi Bursa Efek yang diharapkan mampu memperkuat tata kelola, meminimalkan konflik kepentingan, serta membuka peluang kepemilikan dan investasi yang lebih luas di pasar modal Indonesia.

0 Komentar