734 Ribu Wisatawan China Berlibur di Indonesia, Peluang Tingkatkan Sektor Pariwisata

734 Ribu Wisatawan China Berlibur di Indonesia, Peluang Tingkatkan Sektor Pariwisata
Ilustrasi wisatawan China berkunjung ke salah satu pantai di Bali, Indonesia. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Minat wisatawan asal China untuk berlibur ke Indonesia terus menunjukkan tren positif. Sepanjang semester I-2026, jumlah kunjungan wisatawan China mencapai 734.691 orang atau meningkat 18,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Peningkatan tersebut menempatkan China sebagai negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar keempat bagi Indonesia setelah Malaysia, Australia, dan Singapura. Kontribusinya mencapai 9,8 persen dari total 7,45 juta kunjungan wisatawan asing yang tercatat selama enam bulan pertama tahun ini.

Tak hanya jumlah kunjungannya yang meningkat, wisatawan China juga tercatat menghabiskan waktu lebih lama selama berada di Indonesia.

Baca Juga:Tekan Kemiskinan 10,15 Persen, Pemkab Tasikmalaya Andalkan Perbaikan Infrastruktur hingga Peluang Kerja2 Hari Berturut-turut Kebakaran Lahan di Tasikmalaya, Kemarau Panjang Tingkatkan Ancaman Bencana

Rata-rata lama tinggal mereka mencapai 23,96 malam, naik dibandingkan 23,48 malam pada periode yang sama tahun lalu.

Durasi tinggal yang relatif panjang dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan belanja wisatawan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi destinasi wisata.

Melihat potensi tersebut, pemerintah menargetkan kedatangan 1,56 juta hingga 1,72 juta wisatawan asal China sepanjang 2026.

Berbagai strategi promosi pun terus digencarkan untuk memperkuat daya tarik Indonesia di pasar China.

Salah satu upaya terbaru dilakukan Kementerian Pariwisata melalui program familiarization trip (famtrip).

Program ini mengundang perwakilan agen perjalanan premium serta pelaku industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dari China untuk mengenal langsung berbagai destinasi wisata di sekitar Jakarta, yang menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan asal Negeri Tirai Bambu.

Di sisi lain, mobilitas wisata antara kedua negara juga menunjukkan tren yang semakin aktif. BPS mencatat perjalanan wisatawan Indonesia ke China meningkat 33 persen pada semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga:Pendidikan Kewirausahaan Dinilai Jadi Bekal Penting Cetak Pengusaha Muda IndonesiaTarif Nol Persen ke Jepang Jadi Peluang Emas, KKP Fokus Perkuat Kualitas Tuna dari Hulu

Dari total 4,46 juta perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri selama periode tersebut, sekitar 8,69 persen memilih China sebagai destinasi.

0 Komentar