BANDUNG – Stok beras di sejumlah supermarket dan minimarket di Kota Bandung ludes terjual dalam waktu singkat. Warga pun resah karena kesulitan memperoleh bahan pokok utama tersebut. Hingga kini, belum jelas siapa yang memborong pasokan beras dalam jumlah besar.
Naura, warga Ujungberung, mengaku kesulitan membeli beras premium dalam beberapa hari terakhir. Ia sengaja mendatangi Borma Toserba Pasir Impun, namun rak beras di supermarket tersebut sudah kosong total.
“Sekarang sulit sekali beli beras. Padahal ini dibeli dengan uang, bukan gratis. Kayaknya banyak yang diborong untuk program MBG (Makan Bergizi Gratis),” ujar Naura, ibu satu anak ini, kepada Jabar Ekspres, Minggu (7/6/2026) sore.
Baca Juga:Konser Tritan Point Dipertanyakan, Pemuda Panyileukan Minta Evaluasi MenyeluruhOmbudsman Tinjau Sekolah Rakyat: Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM
Perempuan berkerudung ini mengatakan, stok beras di rumahnya tinggal cukup untuk sekali masak. Ia pun berusaha mencari di kawasan Cijambe, Ujungberung. Hasilnya nihil. Tiga minimarket yang dikunjunginya-dua Alfamart dan satu Indomaret-semuanya kehabisan stok beras. “Ada satu minimarket yang masih ada, tapi harganya sudah tidak masuk akal, Rp95.000 per 5 kilogram beras,” keluhnya.
Sementara itu, Asep Ramdan, warga Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, mengatakan masalah serupa dirasakan sejak program MBG digulirkan. “Kerasa banget. Sejak ada MBG, stok beras di minimarket sering habis. Pemkot seolah belum mampu menjamin pasokan untuk warganya,” katanya.
Asep menilai pengawasan pemerintah masih sangat lemah. Harga beras terus merangkak naik, sementara ketersediaan barang semakin sulit. “Termasuk Minyakita dan kebutuhan pokok lainnya juga ikut langka,” tambahnya.
Pantauan Jabar Ekspres di Borma Toserba Jalan A.H. Nasution, Pasir Impun, Minggu sore pukul 18.00 WIB, memperlihatkan rak beras yang kosong melompong. Delapan slot rak berukuran besar hanya menyisakan papan kardus bertuliskan “Beras HABIS”. Harga beras sebelum habis tercantum mulai Rp74.000 hingga Rp93.200 per 5 kg, tergantung jenisnya. Yang tersisa hanya beras ketan sebanyak 12 karung ukuran 3 kg.
Warga berharap Pemerintah Kota Bandung, khususnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian, segera turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan ketat. “Masa mau beli beras saja susah. Katanya stok terjamin, tapi faktanya justru sebaliknya,” tegas Asep. (tur)
