JABAR EKSPRES – Ikan nila atau tilapia kini mulai menjadi “bintang baru” ekspor perikanan Indonesia. Permintaan yang terus meningkat dari pasar Amerika Serikat dan Eropa membuat komoditas ini diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekspor sektor kelautan dan perikanan nasional.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melihat momentum ini sebagai peluang besar untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar ikan dunia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, produksi tilapia terus didorong untuk menjawab kebutuhan pasar internasional, antara lain melalui pengembangan kawasan budi daya ikan nila salin (BINS) di Karawang serta revitalisasi tambak Pantai Utara (Pantura).
Baca Juga:31 Ribu Kendaraan Serbu Puncak Bogor Saat Long Weekend, Arus Kini Normal Dua ArahWacana KDM Soal Jalan Provinsi Berbayar, Bupati Tasikmalaya Merespon Begini
“Dua program itu untuk meningkatkan kapasitas produksi nila nasional sekaligus memastikan seluruh proses budidaya memenuhi standar internasional yang berlaku,” ujar Trenggono dikutip dari ANTARA, Senin (18/5).
Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Erwin Dwiyana menambahkan tilapia menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen global.
Di pasar internasional, tilapia dikenal sebagai “chicken of the sea” karena rasanya ringan, mudah diolah, dan cocok untuk berbagai jenis masakan dengan kandungan protein tinggi sekitar 20 hingga 29 gram per 100 gram sajian.
Tidak hanya itu, tilapia juga disebut rendah lemah jenuh serta mengandung asam lemak Omega-3, 6, dan 9, vitamin B12, serta mineral yang bermanfaat bagi kesehatan.
“Saat ini tilapia menjadi komoditas ekspor kita yang nol penolakan,” kata Erwin.
Menurutnya, produk nila Indonesia memiliki kelengkapan sertifikasi seperti GMP-SSOP, HACCP, helath certificate, hingga sertifikasi ISO 22000, SQF, BAP, ASC, dan BRC menjadi kunci utama kepercayaan pasar internasional sehingga produk tilapia Indonesia dapat diterima tanpa penolakan di negara tujuan ekspor.
Salah satu produsen utama ikan nila Regal Springs Indonesia telah menembus pasar internasional dan saat ini tercatat menjadi pemasok jaringan pub terkemuka di Inggris, Greene King.
Baca Juga:Perang Terhadap Obat Keras, Satgas Bentukan Bupati Bogor Bongkar 45 Kasus dalam 1 BulanToko Kelontong hingga Konter Pulsa Jadi Kedok Peredaran Obat Keras di Kabupaten Bogor
Direktur Regal Springs Indonesia Tri Dharma Saputra mengatakan, keberhasilan masuk ke pasar Eropa tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga praktik budidaya berkelanjutan.
