Janji KDM soal Pembangunan Underpass Cimahi Tak Jelas

Sejumlah Bangunan yang Sudah Dibongkar untuk Pembangunan Underpass Gatsu-Baros Kota Cimahi (Mong)
Sejumlah Bangunan yang Sudah Dibongkar untuk Pembangunan Underpass Gatsu-Baros Kota Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana pembangunan underpass di kawasan Gatot Subroto-Baros, Kota Cimahi, hingga kini belum juga memasuki tahap pelaksanaan.

Padahal, sejumlah bangunan di sekitar lokasi proyek sudah lebih dulu dibongkar dan menyisakan kawasan yang kini tampak semrawut.

Pemerintah Kota Cimahi menyebut proyek senilai Rp150 miliar yang sebelumnya dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu masih berada dalam tahap persiapan tender di tingkat provinsi.

Baca Juga:Arus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua ArahPolisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam Diamankan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengatakan pemerintah kota hanya sebatas melakukan koordinasi.

Adapun pelaksanaan pembangunan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sejauh ini informasinya masih tahap persiapan tender,” kata Wilman saat ditemui di Mal Pelayanan Publik Cimahi, Senin (18/5/26).

Menurut dia, pembongkaran bangunan di kawasan Baros dilakukan sebagai bagian dari persiapan proyek underpass. Bangunan yang dibongkar merupakan bangunan di atas lahan milik TNI dan dibongkar langsung oleh pemiliknya.

Namun, kondisi kawasan yang kini terlihat kumuh mulai memunculkan pertanyaan publik lantaran belum ada kepastian kapan proyek dimulai.

Wilman mengingatkan, jika pembangunan underpass batal dilaksanakan, dampak paling besar akan dirasakan masyarakat Cimahi. Sebab proyek tersebut dirancang untuk mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api.

“Yang paling merugi itu masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan target pembangunan underpass sebenarnya dipatok selesai pada akhir 2026. Akan tetapi, waktu pengerjaan dinilai semakin sempit karena hingga pertengahan Mei proyek belum juga masuk tahap konstruksi.

“Kalau melihat waktunya sekarang memang mepet,” kata dia.

Underpass itu direncanakan membentang dari kawasan depan Kafe Bagi Kopi di sekitar Pusdikpom hingga kawasan Pussen Arhanud dekat Taman Kartini. Proyek tersebut diperkirakan berdampak pada sejumlah fasilitas dan bangunan di sekitar lokasi, termasuk Kantor Pos dan Telkom.

Baca Juga:Libur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta SehariSekolah Rakyat di Tasikmalaya Ditarget Groundbreaking Agustus

Wilman memastikan hingga kini Pemkot Cimahi belum menerima arahan lanjutan dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat terkait jadwal pasti realisasi proyek tersebut. (Mong)

0 Komentar