JABAR EKSPRES – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya memilih tidak berdiam diri. Berbekal kekayaan potensi alam, desa, dan lingkungan yang dimiliki, Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi aktif melakukan “jemput bola” ke pemerintah pusat guna membuka peluang program dan bantuan bagi daerah.
Langkah tersebut terlihat dari serangkaian pertemuan yang dilakukan pimpinan daerah dengan sejumlah kementerian dalam beberapa pekan terakhir. Strategi ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Tasikmalaya mempercepat pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada kemampuan fiskal daerah yang saat ini masih terbatas.
Akhir pekan lalu, Bupati Cecep Nurul Yakin melakukan audiensi langsung dengan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Dalam pertemuan tersebut, Cecep menyampaikan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tasikmalaya yang kini telah masuk dalam tahap III.
Baca Juga:Pria Ditemukan Tewas Gandir di Kebun Parungpanjang Bogor, Polisi Dalami MotifSekolah Rakyat di Tasikmalaya Masuk Tahap III, Groundbreaking Dijadwalkan Oktober 2026
Selain itu, Bupati juga membahas perkembangan data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), termasuk penyesuaian data penerima manfaat dan peluang penambahan kuota bantuan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya pada periode mendatang.
“Ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah daerah agar berbagai program pusat bisa hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat Tasikmalaya,” ujar Cecep.
Di waktu berbeda, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi juga melakukan langkah serupa dengan menemui Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria.
Dalam pertemuan itu, Asep meminta perhatian khusus dari Kementerian Desa PDT terhadap Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki ratusan desa dengan potensi besar, mulai dari sektor pertanian, wisata, hingga ekonomi kreatif.
Menurut Asep, cita-cita besar Pemkab Tasikmalaya adalah mendorong desa-desa berkembang menjadi desa mandiri berbasis digital. Namun untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan dukungan infrastruktur dan program pendampingan yang kuat dari pemerintah pusat.
“Potensi desa di Tasikmalaya sangat besar. Namun untuk mempercepat pembangunan dan transformasi digital desa, kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari,” kata Asep.
Tak hanya fokus pada pembangunan desa, Wakil Bupati juga membawa misi lingkungan hidup saat bertemu Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohamad Jumhur Hidayat.
